Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus memberikan faedah nyata bagi masyarakat dalam memperoleh akses pelayanan kesehatan nan berkualitas. Salah satu peserta nan merasakan faedah tersebut adalah Dede Fidiyati (58), penduduk Kota Bekasi, nan kudu menjalani operasi akibat kista ganglion alias kista sinovial nan tumbuh pada pergelangan tangannya.
Saat ditemui pada Rabu (03/06), dia menceritakan awalnya dia hanya merasakan adanya benjolan mini pada bagian pergelangan tangan kanan. Karena tidak menimbulkan rasa sakit, dia sempat mengabaikannya. Namun seiring berjalannya waktu, ukuran benjolan tersebut semakin membesar dan mulai mengganggu aktivitasnya sehari-hari, terutama saat bekerja dan mengangkat peralatan nan berat.
"Saya pertama kali menyadari ada benjolan mini di pergelangan tangan sekitar satu tahun lalu. Awalnya tidak terasa sakit, tetapi lama-kelamaan ukurannya bertambah besar, tidak nyaman dan rasanya mulai sakit jika saya angkat-angkat peralatan alias melakukan aktivitas lain. Waktu tahu ada benjolan mah saya tidak terlalu mikirin tapi lama-lama cemas juga, jadi saya memutuskan periksa ke klinik tempat saya terdaftar," ujar Dede.
Setelah menjalani pemeriksaan awal, Dede mendapatkan rujukan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dari hasil pemeriksaan master spesialis, diketahui bahwa benjolan tersebut merupakan kista ganglion nan memerlukan tindakan operasi untuk mencegah gangguan kegunaan tangan nan lebih berat.
"Prosesnya sangat mudah. Setelah diperiksa di klinik, saya dirujuk ke rumah sakit dan mendapatkan penanganan dari master spesialis. Semua prosedur melangkah sesuai alur dan saya tidak mengalami kesulitan dalam mengakses jasa kesehatan menggunakan BPJS Kesehatan," katanya.
Dede mengaku sempat merasa cemas ketika master menyarankan tindakan operasi. Selain memikirkan kondisi kesehatannya, dia juga memikirkan biaya pengobatan nan kudu dikeluarkan. Namun kekhawatiran tersebut berkurang setelah mengetahui bahwa seluruh pelayanan nan dibutuhkan ditanggung melalui Program JKN sesuai indikasi medis.
"Saya berterima kasih menjadi peserta JKN. Ketika master menjelaskan bahwa saya kudu menjalani operasi, saya langsung memikirkan biaya nan kudu saya bayar, kan jika mau dioperasi banyak nan kudu diperiksa. Namun rupanya semua prosesnya, mulai dari pemeriksaan, konsultasi master spesialis, hingga operasi dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan sesuai prosedur nan berlaku. Alhamdulillah saya berterima kasih lantaran ini sangat membantu saya," ungkapnya.
Operasi pun melangkah dengan lancar. Setelah menjalani masa pemulihan dan kontrol rutin pasca operasi, kondisi Dede sekarang semakin membaik. Benjolan nan sebelumnya mengganggu aktivitas sudah tidak ada lagi dan kegunaan tangannya kembali normal.
"Saya sangat puas dengan pelayanan nan diberikan. Petugas kesehatan melayani dengan baik, master memberikan penjelasan nan jelas, dan proses manajemen juga tidak rumit. Saya merasa tenang lantaran konsentrasi pada pengobatan tanpa kudu terbebani biaya pengobatan nan besar," tambahnya.
Dede berambisi Program JKN dapat terus datang memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Menurutnya, menjadi peserta JKN merupakan langkah krusial untuk menghadapi akibat kesehatan nan tidak dapat diprediksi. Melalui Program JKN, masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan nan komprehensif.
"Saya berambisi BPJS Kesehatan terus meningkatkan kualitas jasa dan memberikan kemudahan bagi peserta. Program JKN ini betul-betul datang membantu masyarakat. Saya juga membujuk masyarakat untuk selalu aktif menjadi peserta JKN dan rutin bayar iuran agar perlindungan kesehatan tetap terjamin," tutup Dede.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·