Profil dan Pendiri Sekolah Harapan Ibu yang Bantah Soal Temuan 995 Senjata

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Profil dan Pendiri Sekolah Harapan Ibu nan Bantah Soal Temuan 995 Senjata

Berikut profil Sekolah Harapan Ibu. (Foto: Istimewa)

SEKOLAH Islam Harapan Ibu di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, tengah menjadi sorotan. Pasalnya, ratusan senjata ditemukan di salah satu ruangan di lingkungan sekolah tersebut.

Temuan tersebut mencakup 995 pucuk senjata, amunisi, aksesori senjata, serta sejumlah peralatan lain. Polisi tetap melakukan penyelidikan untuk mengungkap asal-usul dan kepemilikan barang-barang tersebut.

Di tengah kasus tersebut, sejarah Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang kembali menjadi perhatian. Menarik menilik profil sekolah Yayasan Harapan Ibu Pondok Pinang.

Sekolah Harapan Ibu

1. Profil Sekolah Harapan Ibu

Sekolah Harapan Ibu telah berdiri sejak 1979, tepatnya pada 7 Juni 1979. Sekolah ini mempunyai keterkaitan dengan family mantan Wakil Presiden ke-3 RI, Adam Malik.

Berdasarkan keterangan nan disampaikan salah satu pendirinya, Yan Sofyan Syafe'i, pendapat mendirikan sekolah berasal dari aktivitas pengajian nan diikuti sejumlah tokoh. Dalam proses awal tersebut, terdapat beberapa nama nan terlibat, di antaranya Yan Sofyan Syafe'i, KH Mawardi Labay, Hari Dahlan Safri, serta Otto Malik, putra Adam Malik.

Para pendiri kemudian menemui Adam Malik nan saat itu menjabat sebagai Wakil Presiden. Menurut Yan, Adam Malik memberikan pengarahan mengenai pemanfaatan tanah di area Pondok Pinang untuk kepentingan pendidikan.

Sekolah tersebut kemudian dikembangkan dengan tujuan meningkatkan mutu pendidikan. Selain itu, Sekolah Harapan Ibu juga diharapkan bisa membentuk generasi nan berilmu sekaligus mempunyai nilai keagamaan.

2. Yan Sofyan Syafe'i, Pendiri nan Masih Hidup

Salah satu sosok nan sekarang kembali muncul dalam pemberitaan adalah Yan Sofyan Syafe'i. Yan merupakan salah satu pendiri awal Yayasan Harapan Ibu.

Dalam konvensi pers pada Minggu 9 Agustus 2026, Yan Sofyan Syafe’i menjadi satu-satunya pendiri awal nan disebut tetap hidup. Selain Yan, nama-nama lain nan disebut dalam sejarah awal yayasan antara lain Adam Malik, Letjen TNI (Purn) H. KPH Soerjo Wirjohadipoetro, KH Mawardi Labay el-Sulthani, dan Otto Malik. Mereka sekarang telah meninggal dunia.

Kehadiran Yan dalam konvensi pers menjadi krusial lantaran dia turut menjelaskan sejarah berdirinya yayasan. Selain itu, dia juga jelaskan posisi para pendiri terhadap persoalan nan sekarang terjadi di lingkungan sekolah.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com