Pengacara family Sutrimo, Aan Rohaeni, mengungkap awal mula Sutrimo bekerja di kediaman mantan Jampidsus Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah.
Sutrimo pertama kali ditemukan tewas di depan Klinik Kecantikan Mordent, area Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ia disebut bekerja sebagai kepala rumah tangga di kediaman Febrie.
"Kerja di situ (Febrie), ya. Betul, jika itu betul," kata Aan melalui sambungan telepon, Senin (10/8).
Namun, family tidak mengetahui secara perincian pekerjaan nan dilakukan Sutrimo selama bekerja di kediaman Febrie. Mereka hanya mengetahui Sutrimo telah bekerja cukup lama di sana.
"Pak Sutrimo itu sudah lama, sudah lama. Kadang-kala misalnya jika pernah off, tapi pernah berapa tahun off, tapi ketika sakit juga dibiayain," katanya.
"Jadi gini, jika ditanya apa segala macam enggak ada memang tidak. Maksudnya gini, kan orang desa ya, pokoknya tahunya ikut Pak Febrie, gitu kan, Pak Febrie jaksa," tuturnya.
Saat pandemi COVID-19, Sutrimo sempat kembali bekerja di kampung halamannya selama sekitar dua tahun. Sutrimo juga diketahui pernah menikah, tetapi kemudian berpisah dan tidak mempunyai anak.
"Sudah menikah dan sudah bercerai. Kebetulan tidak mempunyai anak. Duda lah," katanya.
Berawal dari Tukang Bangunan
Aan mengatakan, sebelum bekerja dengan Febrie, Sutrimo berprofesi sebagai tukang bangunan. Salah satu proyek nan pernah dikerjakannya adalah pembangunan rumah Febrie.
"Begitu bangun rumah Pak Febrie lah suatu hari, entah tahun berapa saya lupa. Lalu lantaran Pak Febrie cocok, terus diajak kerja ikut Pak Febrie," katanya.
Setelah bekerja dengan Febrie, tugas Sutrimo disebut beragam. Selain mengerjakan proyek tertentu, dia juga mengurus rumah ketika tidak mempunyai pekerjaan di luar.
"Sehari-hari pekerjaan Pak Sutrimo itu macam-macam. Kadang-kala, kata keluarga, disuruh ngerjain proyek. Kalau enggak, jika tidak keluar, ya Pak Sutrimo itu di rumah ngurusi rumah-rumahnya Pak Febrie," tuturnya.
Di kediaman Febrie, Sutrimo antara lain mengurus beragam keperluan rumah, seperti memperbaiki kerusakan hingga bayar listrik.
"Salah satu kepercayaannya beliau (Febrie) lah seperti itu," katanya.
Aan mengatakan, family Sutrimo juga sempat berjamu ke Jakarta ketika Sutrimo mengerjakan pembangunan rumah Febrie. Namun, family tidak pernah berjumpa alias berkomunikasi langsung dengan Febrie.
"Pihak family sendiri pernah, misalnya adiknya pernah ikut ke Jakarta waktu Sutrimo membangun rumah ke sana. Tapi saya tanya, pernah enggak dipertemukan sama Pak Febrie? Enggak pernah. Memang tidak ada satu pun nan berkomunikasi langsung dengan Pak Febrie," katanya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·