Jakarta, CNN Indonesia --
Persoalan semrawutnya kabel menjuntai di Jakarta kembali mencuat setelah tiang nan ditumpangi banyak kabel optik ambruk di Mangga Besar, Jakarta Barat akhir pekan lalu.
Merespons perihal itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung blak-blakan perihal proses penataan kabel-kabel utilitas nan menjuntai di beragam titik ibu kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Pramono untuk menata seluruh kabel menjuntai di wilayah ibu kota negara RI itu tidak bisa diselesaikan secara instan alias 'bim salabim'.
Dia menjelaskan penertiban utilitas ini memerlukan waktu dan tahapan nan terukur agar pemindahan jaringan kabel ke bawah tanah dapat melangkah secara optimal dan kondusif bagi masyarakat.
"Dan tapi ini memerlukan waktu, tidak bisa bim salahim semuanya bakal selesai," ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, senin (13/4).
Pramono meminta masyarakat untuk memahami bahwa proses transisi tersebut, seraya meyakinkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menyusun peta jalan nan terukur untuk menuntaskannya.
"Tetapi, Pemerintah DKI Jakarta telah mempunyai program untuk itu," ujar Pramono.
Pramono memastikan izin nan mengatur penataan jaringan utilitas tersebut sekarang telah mempunyai dasar norma nan kuat ialah peraturan wilayah (Perda) nan disahkan di DPRD DKI dan ditekennya tahun lalu.
"Jadi, SJUT (Sarana Jaringan Utilitas Terpadu) untuk sarana kabel nan kita masukkan ke dalam ini, perdanya sudah saya tandatangani," jelasnya.
Selanjutnya adalah penyusunan patokan teknis, termasuk lewat Peraturan Gubernur (Pergub).
Pascapengesahan patokan tersebut, Pemprov DKI Jakarta bakal segera mengeksekusi rencana pemindahan utilitas udara nan kerap membahayakan masyarakat.
Pramono memastikan seluruh jajarannya sekarang meletakkan perhatian penuh pada pengerjaan proyek kabel tersebut agar tata kota menjadi lebih kondusif dan rapi.
"Dan sekarang ini kita bakal mulai fokus, konsentrasi untuk memasukkan kabel ke dalam," kata dia.
Sebelumnya, tiang di Jalan Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat (Jakbar), roboh diduga tak kuat menahan beban kabel optik nan menumpuk hingga kondisi keropos, Minggu (12/4) lalu.
"Tiang kabel optik sudah keropos lantaran beban kabel nan sudah menumpuk," kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan dalam keterangannya, Minggu kemarin seperti dikutip dari detik.com.
Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 15.48 WIB. Petugas meluncur ke letak dan melakukan penanganan.
Kabel optik dari tiang nan roboh tersebut terlihat sampai menjuntai mengenai genting bus nan tengah melintas. Akibatnya, arus lampau lintas di letak pun tersendat.
Tiang listrik itu selesai ditangani pada pukulan 19.36 WIB. Yohan menegaskan tidak ada korban dalam peristiwa nan terjadi.
(kna/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·