Polri Imbau Masyarakat Waspadai Hoaks di Medsos Jelang Demo 27 Agustus

Sedang Trending 44 menit yang lalu
Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir saat ditemui di kantornya, Selasa (7/4/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Mabes Polri mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya dan menyebarkan info nan beredar di media sosial, terutama menjelang rencana tindakan demonstrasi di Jakarta pada Kamis (27/8).

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir meminta masyarakat mengecek sumber, waktu, lokasi, dan konteks info sebelum mempercayainya.

“Di tengah derasnya arus info saat ini, kita perlu membiasakan diri untuk tidak langsung percaya alias menyebarkan sebuah konten. Lihat sumbernya, cek waktunya, cek konteksnya, dan lakukan cross-check dengan info dari sumber nan dapat dipercaya,” kata Isir dalam keterangannya, Rabu (26/8).

Isir mengatakan, Polri menemukan sejumlah video lama nan kembali beredar pada 2026 dengan narasi dan konteks berbeda. Kondisi itu, menurut dia, berpotensi membikin masyarakat mengambil konklusi berasas info nan belum terverifikasi.

“Konten lama bisa saja kembali muncul dalam situasi nan berbeda. Karena itu, nan perlu kita pastikan bukan hanya apakah videonya nyata, tetapi juga apakah waktu, letak dan narasi nan menyertainya sesuai dengan kondisi sebenarnya,” jelasnya.

“Jangan menjadikan jumlah repost sebagai ukuran kebenaran. Semakin banyak info nan kita terima, justru semakin krusial bagi kita untuk melakukan cek dan cross-check,” tuturnya.

Salah satu video nan disorot memperlihatkan sejumlah bus melintas di jalan tol. Video itu dinarasikan sebagai rombongan massa dari sejumlah wilayah nan bergerak menuju Jakarta untuk mengikuti demo pada 27 Agustus.

Narasi nan beredar apalagi menyebut ada puluhan bus dari Pati, Semarang, hingga Demak.

Namun, Kepala Induk Patroli Jalan Raya (PJR) Cikampek Korlantas Polri Kompol Sandy Titah Nugraha mengatakan hasil pendalaman menunjukkan narasi tersebut tidak benar.

“Intinya banyak video nan beredar di media sosial seolah-olah ratusan rombongan bus nan mengangkut masa dari wilayah untuk berunjuk rasa pada tanggal 27 Agustus besok, padahal cuplikan video nan beredar adalah video-video lama nan dibumbui narasi tidak benar, lantaran kami memantau secara langsung arus lampau lintas di ruas tol dan tidak terlihat rangkaian-rangkaian bus tersebut,” ujar Sandy.

Menurut Sandy, video nan kembali beredar itu berasal dari sejumlah aktivitas berbeda, termasuk rombongan bus pariwisata dan tindakan pekerja nasional pada tahun-tahun sebelumnya.

“Video-video lama tersebut di antaranya rombongan bus pariwisata dengan aktivitas lain, ada juga demo tindakan pekerja nasional tahun-tahun sebelumnya nan tidak relate dengan tindakan masa besok,” ujarnya.

Sandy memastikan hingga Rabu (26/8), arus lampau lintas menuju Jakarta tetap kondusif dan tidak terlihat adanya pergerakan massa seperti nan dinarasikan dalam video viral tersebut.

“Sampai sekarang tetap kondusif, condong ramai lancar. Tidak ada aktivitas kegiatan pergerakan massa nan diberitakan seperti nan beredar di media-media sosial. Cenderung aktivitas masyarakat menuju instansi normal. Kalau kemarin masyarakat nan libur wisata liburan nasional, jika hari ini lampau lintas normal saja, aktivitas seperti biasa, tidak ada nan menonjol,” ujarnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan