Kumala Elvira, seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Gowa, Sulsel, menangis panik di instansi Pengadilan Negeri Sungguminasa, Gowa, Sulawesi Selatan.
Ibu lima anak itu memohon keadilan untuk Ilyas Sitaba, suaminya nan saat ini duduk di bangku pesakitan lantaran dituding terlibat dugaan kasus pencurian tanah timbunan.
Aksi Kumala itu dilakukan pada Senin (24/8) kemarin. Dia berbareng anak-anaknya mendatangi instansi PN Sungguminasa lantaran suaminya menjalani persidangan. Ia berambisi agar Ketua Pengadilan Sungguminasa apalagi Presiden Prabowo dapat memberikan keadilan pada sang suami.
“Saya minta perlindungan kepada pemerintah, saya minta kepada Pak Prabowo sebagai Presiden. Tolong kami Pak. Kami masyarakat miskin. Kami butuh keadilan,” kata Kumala sembari menangis.
Dalam dakwaan jaksa, Ilyas dituduh mengambil tanah timbunan milik Indar Jaya Mursalim dan memindahkannya ke letak miliknya. Dakwaan juga menyebut kerugian korban sekitar Rp 2,2 juta.
Namun, Kumala membantah perihal tersebut. Kata dia, suaminya tidak mencuri. Melainkan, hanya memindahkan tanah timbunan tersebut untuk kepentingan orang banyak alias masyarakat.
"Suami saya tidak mencuri tanah timbunan, dia hanya menggunakan material untuk menutupi lubang (di jalan) dan jejak lintasan mobil nan dapat membahayakan warga," dalihnya.
Minta Tolong Presiden Prabowo
Untuk menyelamatkan suaminya, Kumala telah melakukan beragam upaya. Termasuk pernah mengusulkan praperadilan dengan Polres Gowa dan Kejaksaan Negeri Gowa pada Juni 2026 lalu.
Tapi, upayanya tidak membuahkan hasil. Kasus tetap dilanjutkan dan sekarang telah masuk persidangan dalam membahas pokok perkara. Meski begitu, upaya Kumala memperjuangkan suaminya tidak berhenti. Kata dia, meminta pertolongan kepada Ketua Pengadilan dan Presiden Prabowo adalah mungkin menjadi jalan terakhirnya.
Kumala berambisi putusan pengadilan nantinya betul-betul berpijak pada kebenaran persidangan. Ia juga berambisi Presiden Prabowo memberikan perhatian apa nan dialami keluarganya sebagai masyarakat kecil.
“Pak Prabowo, tolong kami. Kami butuh keadilan. Kami miskin, Pak,” harapnya.
Anak Jadi Korban
Kumala apalagi mengaku salah satu anaknya enggan melanjutkan sekolah lantaran merasa malu dan disebut mengalami perundungan setelah ayahnya ditahan.
“Saya punya lima anak. Suami saya tulang punggung keluarga. Anak saya tidak mau melanjutkan sekolah lantaran malu dibully,” kata Kumala.
Tanggapan Ketua PN Sungguminasa Gowa
Ketua Pengadilan Negeri Sungguminasa Ahmad Bukhori mengatakan, perkara Ilyas tetap dalam proses persidangan. Ia meminta family terdakwa dan pihak-pihak nan mendampingi untuk bersabar menunggu putusan.
"Masih dalam proses persidangan. Mohon untuk bersabar," kata Ahmad terpisah.
Ia menegaskan, pengadilan bakal memutus perkara berasas kebenaran nan terungkap dalam persidangan dan memastikan proses norma melangkah sebagaimana mestinya.
"Pengadilan adalah tempat orang mencari keadilan. Kami insyaallah bakal memutuskan perkara tersebut dengan seadil-adilnya sesuai dengan kebenaran nan terungkap di sidang,” tegas dia.
Perkara tersebut, dijadwalkan memasuki agenda putusan pada Rabu (26/8) hari ini.
49 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·