Tradisi Maulid Nabi di Pesantren Benda Kerep Cirebon Tanpa Pengeras Suara

Sedang Trending 55 menit yang lalu
Tradisi Maulid Nabi di Pesantren Benda Kerep Cirebon Tanpa Pengeras Suara Pengunjung melewati titian sebagai pengganti jembatan untuk memasuki area Pesantren Benda Kerep. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berjalan meriah di pesantren tersebut(MI/Nurul Hidayah)

RIBUAN umat Muslim memadati area Pesantren Benda Kerep, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW pada Selasa (25/8). Pengunjung nan datang tidak hanya berasal dari wilayah Cirebon, tetapi juga dari beragam wilayah di luar kota nan mau merasakan kekhidmatan tradisi turun-temurun di pesantren tersebut.

Rangkaian peringatan telah dimulai sejak Senin malam dengan gelaran angan marhabanan dan pembacaan kitab Al-Barzanji. KH Aminudin, salah satu tokoh masyarakat Benda Kerep, menjelaskan bahwa prosesi angan pada malam hari dipimpin langsung oleh para ustad setempat nan merupakan keturunan dari pendiri pesantren, Mbah Sholeh.

“Semalaman dipimpin oleh ustad di sini. Kemudian pagi ini dilanjutkan kembali dengan marhabanan dan pembacaan Al-Barzanji nan diikuti ribuan pengunjung, namun dipimpin oleh kiai-kiai dari luar Pesantren Benda Kerep,” ujar KH Aminudin.

Keindahan Suara Asli Tanpa Pengeras Suara

Salah satu karakter utama di Benda Kerep adalah larangan penggunaan pengeras bunyi (speaker). Seluruh warga, baik nan berada di masjid tua maupun di rumah-rumah masyarakat dari wilayah atas hingga bawah, mengikuti lantunan angan secara serentak dengan bunyi asli.

“Semua mengikuti. Jadi sungguh indahnya bunyi original tanpa speaker. Dimulai dari masjid tua hingga rumah-rumah penduduk,” tambah Aminudin. Tradisi ini dipertahankan untuk menjaga kekhusyukan dan nilai-nilai tradisional nan telah diwariskan sejak lama.

Tradisi Sedekah Ember

Selain ritual doa, daya tarik lain dari peringatan Maulid di Benda Kerep adalah tradisi berbagi makanan menggunakan ember. Setiap visitor nan mengikuti marhabanan mendapatkan ember mini komplit dengan penutupnya nan berisi nasi, lauk-pauk, kue, buah-buahan, hingga air mineral.

Ember-ember tersebut disediakan secara swadaya oleh penduduk setempat. Semangat berbagi di wilayah ini sangat tinggi, di mana satu rumah masyarakat apalagi bisa menyediakan hingga seribu ember makanan untuk dibagikan kepada para tamu dan jemaah nan hadir.

Profil Singkat Pesantren Benda Kerep:

  • Pendiri: KH Sholeh (Mbah Sholeh), keturunan Keraton Kanoman.
  • Tahun Berdiri: 1826.
  • Prinsip Tradisional: Melarang penggunaan televisi dan pengeras bunyi di area pesantren.
  • Aksesibilitas: Mempertahankan wasiat untuk tidak membangun jembatan permanen (hanya titian beton) guna menjaga keaslian wilayah nan dibatasi sungai.

Meneladani Rasulullah

KH Aminudin menegaskan bahwa peringatan besar-besaran ini bukan sekadar seremoni, melainkan corak penguatan keagamaan dan bukti cinta kepada Rasulullah SAW. Melalui aktivitas ini, masyarakat diharapkan dapat memetik hikmah serta meneladani sifat-sifat Nabi dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami berambisi setiap orang nan ikut bisa mendapatkan hikmah dan meneladani keteladanan Rasulullah. Kita semakin mencintai beliau dan mengamalkan seluruh aliran serta sunah-sunahnya,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia