Sebanyak 43,66 persen alias 265 pembaca kumparan menerima scam call lebih dari 5 kali dalam sehari. Angka tersebut merupakan hasil dari polling kumparan nan diadakan pada 18 Mei sampai 1 Juni 2026 dengan 607 responden.
Kemudian, sebanyak 32,62 persen alias 198 pembaca menerima scam call 2 sampai 4 kali dalam sehari. Selain itu, sebanyak 13,01 persen alias 79 pembaca mengaku tidak pernah menerima scam call.
Adapun 10,71 persen alias 65 pembaca menerima scam call sekali dalam sehari.
Komdigi telah melakukan pemblokiran terhadap laporan penipuan digital melalui telepon alias scam call nan saat ini tengah marak di masyarakat.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, salah satu modus nan banyak dilaporkan adalah penipuan dengan mencatut identitas personil DPR maupun pejabat publik untuk meminta duit alias sumbangan.
“Kami juga menerima laporan kejuaraan ini nan mengenai dengan scam call. Banyak sekali laporan-laporan kejuaraan nomor-nomor telepon nan paling banyak ini mungkin nan juga paling banyak kena Bapak Ibu personil DPR,” kata Meutya di DPR RI, Senin (18/5).
“Jadi berpura-pura menjadi personil DPR alias pejabat publik, kemudian minta sumbangan itu impersonation ada 3.000 nomor telepon nan sudah kita blokir,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah juga telah memblokir ribuan nomor telepon lain nan dilaporkan mengenai penipuan, investasi online fiktif, gambling online, hingga penipuan jual beli daring.
“Kemudian nan dilaporkan penipuan ada 2.500 nomor telepon nan sudah dilakukan blokir, investasi online fiktif, gambling online, jual beli online dan lain-lain dengan total kurang lebih 13.000 lebih,” ucapnya.
Penulis: Safina Azzahra Rona Imani
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·