Polisi Sudah Tetapkan Tersangka Kasus Kecelakaan Kereta Bekasi Timur

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi sudah menetapkan tersangka dalam peristiwa kecelakaan antara Kereta Rel Listrik (KRL) dengan mobil taksi di perlintasan sebidang kereta api di Stasiun Bekasi Timur, April lalu.

"Sudah ada (tersangka)" kata Kasubditlaka Ditgakkum Korlantas Polri Kombes Mariochristy P.S. Siregar usai rapat dengan Komisi V di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (21/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun dia enggan mengungkap siapa tersangka dalam peristiwa itu. Ia hanya bilang tersangka dijerat Pasal 310 Ayat 1 UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Mario mengatakan peralatan bukti dalam kasus tersebut juga telah disita, ialah taksi nan tertabrak KRL.

"Barang buktinya taksinya nan pasti ada tersangkanya. Polisi tetap memberkas perkara ini. proses udah sidik, udah kelar, tinggal waktu aja kelak kapan mulai disidangkan," ujar dia.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi sebelumnya menjelaskan kronologi kecelakaan antara Kereta api listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) lalu.

Awalnya, KA Commuter Line 5568A (Jakarta-Cikarang) tiba pukul 20.34 WIB, lebih awal 1 menit di Stasiun Bekasi.

Lalu, Kereta 116B Sawunggalih tiba di Bekasi 20.35, terlambat 5 menit dari jadwal. Kereta api Sawunggalih berakhir di Stasiun Bekasi untuk menaikan penumpang.

"Sawunggalih diberangkatkan 20.37 dari Stasiun Bekasi. Sawunggalih melintas di Stasiun Bekasi Timur pukul 20.39. Sebuah taksi mogok di tengah rel," kata Dudy.

Saat itu, KA 5181B (Cikarang-Jakarta) melintas pukul 20.48 dan terjadi temperan dengan taksi nan mogok tersebut. Kejadian itu menimbulkan kerumunan penduduk nan memandang peristiwa temperan.

"Timbul kerumunan di mana penduduk memandang letak kecelakaan tersebut alias temperan tersebut," ujarnya.

KA 5568A Jakarta-Cikarang nan sudah terlambat 8 menit, kemudian melanjutkan perjalanan dan diberangkatkan pada pukul 20.45 WIB.

Lalu pada 20.49 WIB, KA 5568A sampai di Stasiun Bekasi Timur. KRL itu sudah terlambat 9 menit.

"Kereta tersebut sempat berangkat, namun terhenti alias berakhir lantaran adanya kerumunan di depan untuk memandang kejadian temperan tersebut," kata Dudy.

Kereta Api Argo Bromo kemudian melintasi Stasiun Bekasi pukul 20.51, lebih awal 3 menit dari agenda dengan kecepatan 108 km/jam. Lalu tumburan dengan KA 5568A terjadi pada pukul 20.52 WIB.

"Selanjutnya, Kementerian Perhubungan menghormati proses investigasi nan saat ini tetap berjalan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi alias KNKT, dan mendukung pelaksanaannya secara independen, profesional, serta transparan," kata Dudy.

(yoa/ugo)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional