Rahasia Teknologi NASA di Balik Bola Resmi Piala Dunia FIFA 2026

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Rahasia Teknologi NASA di Balik Bola Resmi Piala Dunia FIFA 2026 Siapa sangka sains antariksa ikut merancang bola sepak? NASA bawa teknologi stasiun luar angkasa dan program Artemis ke Piala Dunia FIFA 2026.(NASA)

PIALA Dunia FIFA 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi para pesepak bola terbaik di bumi, tetapi juga menjadi tempat unjuk gigi bagi teknologi antariksa. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) turut ambil bagian dalam memeriahkan turnamen akbar nan berjalan dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026 tersebut dengan membawa sains canggih dari luar angkasa ke lapangan hijau.

NASA dijadwalkan membuka pameran interaktif unik di FIFA Fan Festival™ Houston di East Downtown, Houston. Melalui pameran cuma-cuma ini, para fans sepak bola dapat memandang langsung gimana penelitian di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) berfaedah bagi kehidupan di Bumi, sekaligus merasakan simulasi misi peluncuran ke Bulan lewat program Artemis.

Puncaknya pada 20 Juni 2026, Direktur Johnson Space Center, Vanessa Wyche, bakal memperkenalkan sejumlah kru misi berhistoris Artemis II nan baru saja menyelesaikan perjalanan mengitari Bulan. Para astronaut ini bakal menyapa para fans di panggung utama pagelaran menjelang pertandingan antara Belanda dan Swedia di Houston.

Namun, hubungan antara NASA dan sepak bola sebenarnya jauh lebih mendalam daripada sekadar pameran. Teknologi spinoff (turunan) milik NASA rupanya ikut membentuk kecanggihan bola nan digunakan dalam turnamen internasional.

Sejak tahun 2022, Adidas telah menanamkan sensor elektronik di dalam bola resmi pertandingan untuk melacak kecepatan, posisi, dan waktu sentuhan secara real-time guna membantu wasit serta kebutuhan siaran. Namun, penempatan sensor ini menambah berat di titik tertentu nan berpotensi mengganggu keseimbangan bola saat melayang di udara.

Untuk mengatasi perihal tersebut, para peneliti memanfaatkan lingkungan mikrogravitasi di ISS pada tahun 2019. Mereka mempelajari gimana massa internal bola memengaruhi pergerakan, stabilitas, dan rotasinya. Memahami hubungan antara titik pusat massa dan titik pusat geometris ini merupakan kunci utama nan juga digunakan NASA untuk memprediksi pergerakan wahana antariksa, satelit, dan pesawat terbang. Hasil riset luar angkasa inilah nan kemudian diaplikasikan untuk mengevaluasi dan menyempurnakan performa bola Piala Dunia agar tetap stabil saat ditendang.

Riset ini melengkapi penelitian aerodinamika sebelumnya di Fluid Mechanics Laboratory milik NASA Ames Research Center. Kala itu, para insinyur menguji bola "Brazuca" (Piala Dunia 2014) di dalam terowongan angin (wind tunnel) untuk mempelajari pengaruh knuckling, kondisi di mana bola bergerak secara tidak terprediksi akibat aliran udara nan tidak stabil pada jahitan bola. Lewat penyesuaian corak panel, kedalaman jahitan, dan tekstur permukaan, konsistensi arah terbang bola dapat ditingkatkan secara drastis.

Kini, melalui kerjasama terbaru, NASA dan Adidas menghadirkan video edukasi (STEMonstration) nan memperlihatkan perbedaan pergerakan bola dengan beragam ragam keseimbangan dalam kondisi mikrogravitasi. Melalui proyek ini, NASA membuktikan bahwa norma fisika nan mengatur pergerakan objek di luar angkasa adalah norma nan sama dengan nan mengatur jalannya pertandingan sepak bola nan ditonton jutaan manusia di Bumi. (NASA/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia