Polisi Gandeng KPAI Usut Kasus Bigmo Ajak Anak Promosi Vape

Sedang Trending 15 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Polda Metro Jaya turut berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk menyelidiki kasus YouTuber Muhammad Jannah atau Bigmo mengenai dugaan promosi liquid vape nan melibatkan anak-anak.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan perihal ini dilakukan untuk mendalami soal aspek perlindungan anak dalam peristiwa tersebut.

"Penyelidik Dit PPA PPO Polda Metro Jaya menindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan KPAI DKI Jakarta dan mahir pidana untuk mendalami aspek perlindungan anak serta penerapan norma dalam perkara tersebut," kata Budi kepada wartawan, Jumat (21/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disampaikan Budi, penyelidik juga bakal menjadwalkan pemeriksaan terhadap konten pembuat berjulukan Melvin mengenai perkara tersebut. Namun, Budi belum membeberkan kapan pemeriksaan bakal dilakukan.

"Proses pendalaman tetap berjalan, termasuk dengan menjadwalkan pemanggilan terhadap Melvin (M) selaku pembuat konten untuk dimintai keterangan," ucap dia.

Youtuber Bigmo sebelumnya diadukan ke Direktorat PPA-PPO Polda Metro Jaya buntut diduga membujuk sejumlah anak di bawah umur untuk mempromosikan liquid vape melalui tayangan live streaming.

Pada Senin (10/8) lalu, Bigmo juga telah datang memenuhi panggilan polisi untuk dimintai keterangan. Bigmo setidaknya dicecar 40 pertanyaan oleh penyelidik mengenai kejuaraan tersebut.

Usai pemeriksaan, Kuasa Hukum Bigmo, Sangun Ragahdo menyebut live streaming nan dilakukan oleh Bigmo itu terjadi secara spontan dan tanpa skript. Bahkan, kata Ragahdo, Bigmo tidak mempunyai niat untuk mengeksploitasi anak.

"Jadi Bigmo hanya datang ke situ berbareng dua orang temannya, semuanya terjadi secara spontan, dan ya mungkin pada kejadian nan kemarin sempat ramai itu dengan menyebut salah satu brand itu ya spontan aja, tidak ada niatan Mo sama sekali dari awal untuk dalam tanda kutip mengeksploitasi anak," tutur dia.

Disampaikan Ragahdo, usai peristiwa ini Bigmo juga telah berupaya menemui orang tua anak-anak nan berada di dalam video tersebut dan menyampaikan permintaan maaf.

"Sebagai itikad baik, Bigmo telah menghampiri, sowan kepada family anak-anak di bawah umur tersebut dan dalam pertemuan tersebut Bigmo menyampaikan permintaan maaf, dan akhirnya para orang tua telah mengampuni dan tidak ada namanya persoalan di situ," ucap dia.

Dalam kesempatan sama, Bigmo kembali menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan nan terjadi buntut kontennya tersebut.

"Ya tentunya saya minta maaf atas kegaduhan nan saya buat, dan pastinya ini jadi pelajaran buat saya ke depannya konten lebih positif dan bermanfaat," ujarnya.

(dis/isn)

placeholder

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional