PNJ Proses Sanksi untuk Pelaku Ciuman Sesama Jenis di Kampus

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Viral di media sosial sebuah video nan memperlihatkan dua laki-laki berkecupan diduga mahasiswa di area kampus Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), Depok, Jawa Barat.

Berdasarkan video nan beredar, terlihat dua laki-laki melakukan tindakan ciuman di lingkungan kampus. Rekaman tersebut diambil dari dalam sebuah ruangan oleh seseorang nan menyaksikan kejadian itu.

Pihak Rektorat PNJ pun memproses perihal tersebut, dan melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Staf Humas PNJ, Soraya, mengatakan laki-laki dalam video viral itu salah satunya memang mahasiswa di kampus tersebut. Sementara satunya lagi bukan mahasiswa PNJ.

"Jadi untuk salah satu dari pelaku itu adalah mahasiswa kita. Namun nan satunya lagi, pihak nan satunya, bukan mahasiswa kita, ialah pihak eksternal," ujar Soraya kepada wartawan di Depok, Rabu (3/6) dikutip dari detik.com.

Soraya mengatakan PNJ tidak membenarkan tindakan mahasiswa berinisial ARM dan laki-laki berinisial AW nan melakukan aktivitas seksual menyimpang di dalam kampsu tersebut. Dia mengatakan pihak kampus bakal mendalami kasus ini lebih lanjut.

"Untuk itu, memang lantaran memang sedang datang dan pihak nan eksternalnya juga datang untuk menghampiri mahasiswa kami. Kalau untuk saling kenal, keterangan officially kan tentu kita tetap prasangka ya. Jadi, memang saling kenal untuk mereka ketemu, tapi untuk kronologi lebih mendalamnya, itu bakal kita mungkin tetap menjaga ini ya, menjaga apa, privasi nan bersangkutan," tuturnya.

Soraya menjelaskan pihak kampus telah melakukan sidang untuk pelaku. Pihak kampus saat ini tetap menelaah hukuman untuk pelaku.

"Tentu sudah disidang ya di pada saat dilakukan dan memang kemarin itu kita sudah melakukan sidang, meminta keterangan, dan sebagainya kepada nan bersangkutan. Namun itu bakal kita berikan kebijakan lagi, ialah kita bakal telaah lagi berbareng dengan pimpinan-pimpinan, baik Direktur, Wadir 1, dengan aturan-aturan pendidikan nan ada," jelasnya.

Dalam video viral di media sosial, tampak dua laki-laki berkecupan di lorong diduga depan ruang perpustakaan. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (2/6).

Potongan video lainnya menunjukkan kedua laki-laki itu didatangi sejumlah mahasiswa. Mereka menanyakan identitas kedua laki-laki nan kepergok berkecupan sejenis itu.

Merespons perihal tersebut, BEM PNJ menyatakan bahwa dugaan pelanggaran norma dan tata tertib di lingkungan kampus kudu ditangani secara serius melalui sistem nan berlaku.

"Menanggapi rumor nan sedang terjadi dan berkembang di lingkungan kampus, BEM PNJ menegaskan bahwa setiap corak pelanggaran terhadap norma, tata tertib, kode etik, dan ketentuan nan bertindak di lingkungan kampus kudu disikapi secara serius dan sesuai dengan sistem nan berlaku," demikian pernyataan resmi BEM PNJ nan ditandatangani  Ketua BEM PNJ Muhammad Farrel Adyatma Izaaz, seperti dilihat Selasa (2/6).

Pernyataan tersebut juga dipublikasikan melalui akun IG @bempnj.

Dalam keterangannya, BEM menegaskan penanganan kasus kudu konsentrasi pada tindakan nan dilakukan, bukan pada identitas maupun dugaan terhadap perseorangan nan terlibat.

"Oleh lantaran itu, andaikan ditemukan tindakan nan mengarah pada perbuatan cabul di ruang publik, pelecehan, perundungan, alias corak pelanggaran lainnya, maka perihal tersebut kudu ditindaklanjuti sesuai patokan nan berlaku," jelasnya.

BEM PNJ juga meminta seluruh mahasiswa untuk mengawal proses penyelesaian kasus tersebut dan mendorong keterbukaan dari pihak kampus dalam penanganannya.

Selain itu, organisasi kemahasiswaan tersebut mengimbau seluruh unsur civitas akademika untuk terus menjaga etika dan norma nan bertindak di lingkungan pendidikan tinggi. BEM berambisi kampus tetap menjadi ruang belajar nan aman, tertib, dan menjunjung tinggi nilai-nilai akademik.

BEM PNJ juga membujuk seluruh civitas akademika untuk senantiasa menjaga etika, norma, dan ketertiban dalam kehidupan kampus, serta bersama-sama menciptakan lingkungan akademik nan kondusif, aman, dan bermartabat.

Baca selengkapnya di sini.

(kid/ugo)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional