Ilustrasi(Dok Istimewa )
PROGRAM Perempuan Berdaya nan digagas Yayasan Indonesia Setara (YIS) terus mendorong peningkatan kapabilitas dan kemandirian ekonomi wanita melalui training kewirausahaan berbasis potensi lokal.
Founder Yayasan Indonesia Setara (YIS), Sandiaga Salahuddin Uno, mengatakan program tersebut dirancang untuk membuka kesempatan upaya bagi wanita dengan memanfaatkan komoditas nan mudah dijumpai di lingkungan sekitar.
Salah satu training digelar di Kota Serang, Banten, pada Senin (25/5) lampau bekerja sama dengan Rumah Sandiuno Indonesia. Dalam aktivitas itu, peserta mendapatkan training mengolah pisang menjadi produk berbobot tambah.
Menurut Sandiaga, pemilihan komoditas pisang dilakukan lantaran tanaman tersebut merupakan salah satu potensi unggulan wilayah nan mempunyai kesempatan untuk dikembangkan menjadi produk upaya rumahan.
Peserta dibekali keahlian membikin pisang sale serta banana coin, camilan berbahan dasar pisang nan dinilai mempunyai daya simpan lebih lama dan nilai jual lebih tinggi dibandingkan buah segar. Selain training produksi, peserta juga memperoleh pendampingan mengenai kalkulasi biaya produksi, strategi penentuan nilai jual, hingga pengelolaan upaya sederhana agar upaya nan dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Hasil training tersebut pun menunjukkan respons nan cukup positif dari peserta. Dalam waktu sekitar tiga jam setelah pelatihan, sejumlah peserta sukses mendapatkan pesanan produk dalam jumlah signifikan.
Salah seorang peserta berjulukan Utami tercatat memperoleh pesanan sebanyak 300 produk dengan nilai jual Rp15.000 per buah. Dengan jumlah tersebut, potensi pendapatan nan bisa diperoleh mencapai Rp4,5 juta.
Sementara peserta lainnya, Nunung, sukses mengumpulkan pesanan sebanyak 220 produk dengan potensi omzet sekitar Rp 3,3 juta.
"Program ini tidak hanya memberikan keahlian baru, tetapi juga membuka kesempatan upaya nan dapat menjadi sumber pendapatan bagi wanita dan keluarganya," ujar Sandiaga dalam keterangan tertulis pada Selasa (9/6).
Program serupa juga digelar di Pulogebang, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, pada Jumat (5/6). Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kerjasama dengan Komite Pencegahan Stunting Nasional.
Berbeda dengan training di Serang, peserta di Jakarta Timur mendapatkan training membikin kue lumpur ayam dan banana choco bread. Sandiaga mengatakan hasil nan diperoleh peserta di Jakarta Timur juga cukup menggembirakan.
Azizah menjadi peserta dengan perolehan pre-order tercepat, ialah sebanyak 80 produk dengan nilai jual Rp5.000 per unit. Adapun peserta lainnya, Aulia, sukses mengumpulkan pesanan sebanyak 60 produk.
Menurut Sandiaga, capaian tersebut menunjukkan bahwa wanita mempunyai potensi besar untuk mengembangkan upaya berbasis rumah tangga andaikan mendapatkan akses training dan pendampingan nan memadai.
Ia berambisi Program Perempuan Berdaya dapat terus melahirkan pelaku upaya wanita nan mandiri, bisa memanfaatkan potensi lokal, serta berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan family dan masyarakat.
"Perempuan nan berkekuatan secara ekonomi bakal menjadi salah satu pilar krusial dalam memperkuat ketahanan family dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," imbuhnya. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·