Ilustrasi(Dok Pemprov Jawa Barat)
PEMERINTAH Daerah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) terus memperkuat fondasi peternakan rakyat guna menjaga kesiapan pangan asal hewan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen tersebut diwujudkan dengan menyalurkan bantuan sarana dan prasarana peternakan kepada Kelompok Ternak Sauyunan di Kabupaten Bandung Barat, Senin (10/8). Bantuan ini diserahkan langsung melalui UPTD Balai Pengembangan Perbibitan Ternak Unggas (BPPTU) Jatiwangi.
Kepala UPTD Balai Pengembangan Perbibitan Ternak Unggas Jatiwangi Ahmad Gufron menuturkan, bentuk support nan disalurkan meliputi 195 ekor ayam pullet (ayam petelur siap produksi), 1,4 ton pakan ternak, serta paket Obat, Vaksin, dan Kimia (OVK). Guna mendukung keberlanjutan usaha, Pemprov Jabar juga menyerahkan akomodasi pembibitan berupa satu unit mesin tetas setter berkapasitas 1.500 butir dan satu unit mesin tetas hatcher berkapasitas 500 butir.
"Langkah strategis ini tidak sekadar ditujukan untuk menambah populasi ternak, melainkan untuk membangun sistem upaya peternakan nan berdikari dan produktif," kata Ahmad, Senin (10/8).
Ratusan ekor ayam pullet tersebut diharapkan menjadi modal awal pengembangan populasi ayam petelur nan bisa memproduksi telur secara optimal, sehingga menjadi sumber pendapatan baru bagi personil kelompok. Di sisi lain, support pakan dan OVK dipastikan bakal menjaga kesehatan dan efisiensi produktivitas ternak.
Penguatan akomodasi pembibitan di tingkat golongan juga menjadi sorotan utama dalam intervensi ini. Dengan beroperasinya mesin tetas setter dan hatcher, Kelompok Ternak Sauyunan didorong untuk tidak hanya konsentrasi pada produksi telur konsumsi, tetapi juga bisa menetaskan bibit secara terencana.
Kemandirian ini bakal memangkas ketergantungan peternak terhadap pasokan bibit dari luar daerah, sekaligus memastikan kesiapan bibit unggas nan berbobot di masyarakat.
Pengembangan peternakan rakyat menempati posisi krusial dalam pembangunan sektor peternakan di Jawa Barat. Peternak skala mini dan golongan ternak adalah motor penggerak ekonomi perdesaan serta ujung tombak penyediaan protein hewani.
"Peningkatan kapabilitas produksi telur lokal ini diyakini bakal berkontribusi langsung pada pemenuhan gizi masyarakat dan pembentukan sistem rantai pasok pangan nan lebih tangguh," ucap Ahmad.
Agar support ini menjelma menjadi investasi produktif jangka panjang, UPTD BPPTU Jatiwangi bakal terus melakukan pendampingan teknis dan pembinaan berkala mengenai tata kelola kelembagaan, pencatatan usaha, biosekuriti, hingga strategi pemasaran.
Kolaborasi berkepanjangan antara pemerintah wilayah dan golongan peternak ini diharapkan bisa menciptakan ekosistem peternakan nan kuat dari hulu hingga hilir, demi mewujudkan peternakan Jawa Barat nan maju, mandiri, produktif, dan berkepanjangan untuk Jawa Barat Istimewa. (RO/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·