MRT Jakarta: Progres Bundaran HI-Kota Capai 63%, Siapkan Rute Timur-Barat

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Warga usai menaiki Mass Rapid Transit (MRT) arah dari Lebak Bulus menuju Bundaran HI, Jakarta, Rabu (7/5/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

PT MRT Jakarta (Perseroda) terus memperluas jaringan transportasi publik di Jakarta. Progres pembangunan MRT Fase 2A nan menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga Stasiun Kota saat ini telah mencapai sekitar 63 persen.

Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat mengatakan, pembangunan jalur tersebut ditargetkan dapat selesai dan mulai digunakan masyarakat hingga Stasiun Kota pada 2029.

“Konstruksi kita lanjutkan dari HI ke Kota, Stasiun Kota, dan Ancol. Saat ini (progres pembangunan) sudah sekitar 63 persen dan publik bisa menikmati ini di tahun 2029 sampai Kota,” kata Direktur Utama MRT Jakarta Tuhiyat dalam Konferensi Pers Peresmian Stasiun MRT Blok A Visa, Selasa (11/8).

Tahiyat mengungkapkan, sebelum seluruh jalur Bundaran HI-Kota beroperasi, MRT Jakarta bakal terlebih dulu menyelesaikan segmen Bundaran HI-Monas. Segmen ini ditargetkan dapat digunakan masyarakat pada pertengahan 2027

Nantinya, jalur MRT Jakarta bisa melayani perjalanan dari Lebak Bulus hingga Monas, sebelum tersambung penuh ke jalur Utara–Selatan dengan rute Bundaran HI-Kota.

“Pertama kali kami bakal coba untuk melanjutkan dari HI ke Monas, (bisa digunakan) pertengahan tahun depan ya. Itu bisa lanjut sampai ke stasiun Monas di sana ada dua entrance, satu entrance Monas sendiri, kemudian nan kedua entrance museum (nasional),” ujar Tuhiyat.

MRT Siapkan Pembangunan Jalur Timur Barat

instagram embed

Tuhiyat menambahkan, saat ini MRT Jakarta juga tengah menyiapkan pembangunan jalur Timur-Barat nan menghubungkan Medan Satria hingga Tomang. Ia menyebut proses tender alias bidding untuk sejumlah paket pekerjaan pembangunan jalur tersebut sedang dilakukan.

“Paket nan pertama kita bakal lakukan adalah pembangunan di underground section dari perempatan Bank Indonesia, Thamrin - Kebon Sirih menuju area Kwitang Senen. Kemudian pada waktu berbarengan juga, kita sedang mempersiapkan pengganti depo di area timur Jakarta,” kata Tuhiyat.

Tuhiyat menambahkan pengembangan jaringan MRT juga tidak hanya bakal dilakukan di wilayah Jakarta. MRT Jakarta membuka kesempatan kerjasama dengan wilayah lain seperti Banten, Tangerang Selatan, hingga wilayah Jawa Barat.

“Secara highlight kami bakal lakukan juga kerjasama dengan beragam wilayah penyangga, apakah itu Banten, Tangerang Selatan dan sebagainya, kita melangkah terus sampai dengan Jawa Barat,” ujarnya.

Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat pada aktivitas groundbreaking pembangunan entrance Stasiun Harmoni MRT Lin Utara-Selatan nan berjalan di lahan parkir Area Duta Merlin, Jakarta, Selasa (20/1/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Lebih lanjut, Tuhiyat menjelaskan seiring dengan ekspansi jaringan, jumlah pengguna MRT Jakarta juga terus meningkat. Saat pertama kali beraksi pada 2019, MRT Jakarta melayani sekitar 70.000 penumpang per hari. Kini, jumlah tersebut telah meningkat menjadi sekitar 135.000 penumpang per hari.

“Pengoperasian pertama kali kita lakukan operasi 2019 mulai 70.000 penumpang per hari sampai di titik ini kita mencapai 135.000 penumpang per hari,” ungkapnya.

Tuhiyat mengatakan MRT Jakarta terus berupaya mendorong perubahan kebiasaan masyarakat dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik. Oleh lantaran itu, MRT terus memperbaiki pelayanan agar masyarakat bisa menikmati pelayanan dari MRT Jakarta sehingga memungkinkan masyarakat melakukan perjalanan secara aman.

Selain jumlah penumpang nan meningkat, MRT Jakarta juga mencatat tingkat ketepatan waktu alias on-time performance (OTP) sebesar 99,9 persen. Menurut Tuhiyat, ketepatan waktu menjadi salah satu jasa utama nan ditawarkan MRT kepada masyarakat.

“Kemudian performa nan lain adalah on-time performance kita di 99,9 persen terlaksana dan ini nan kita jual memang untuk publik agar pada saat dia menikmati perjalanan mempunyai ketepatan waktu nan sangat tepat untuk mereka,” ujarnya Tuhiyat.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan