
Penyebab Torsi Mobil Diesel Lebih Besar Dibandingkan Bensin (Ilustrasi/Okezone)
JAKARTA - Apa penyebab torsi mobil diesel lebih besar dibanding bensin? Mobil dengan mesin diesel umumnya handal dalam melibas beragam medan, termasuk off road dan tanjakan.
Melansir Car Throttle, Selasa (12/5/2026), argumen pertama adalah rasio kompresi nan jauh lebih tinggi. Ini adalah rasio volume maksimum dan minimum dalam silinder mesin. Rasio ini lebih besar pada mesin diesel lantaran langkah piston nan lebih panjang. Artinya, piston bergerak naik turun dalam volume internal silinder nan lebih besar.
Mesin diesel tidak berputar setinggi mesin bensin lantaran piston kudu menempuh jarak nan lebih jauh untuk putaran penuhnya. Sementara mesin bensin menggunakan langkah nan lebih pendek untuk menggerakkan piston dalam semburan nan lebih cepat. Artinya, kecepatan mesin bisa lebih tinggi.
Pengaruh lain pada output torsi adalah tekanan nan diberikan pada piston dari bahan bakar nan terbakar. Diesel mempunyai nilai kalor nan sedikit lebih rendah daripada bensin, nan berfaedah sebenarnya lebih banyak panas nan terkandung dalam bensin untuk volume tertentu daripada diesel.
Namun, diesel jauh lebih padat daripada bensin dan dapat menyimpan daya hingga 15 persen lebih banyak per volume tertentu. Ini berarti, setiap kali diesel dibakar, lebih banyak daya ditransfer melalui tekanan pada piston, meningkatkan jumlah torsi nan bekerja melalui poros engkol.
Banyak mesin diesel juga menggunakan turbocharger untuk mengimbangi kekurangan tenaga kuda dan kecepatan mesin. Hal ini kemudian menciptakan tekanan nan lebih tinggi di dalam silinder untuk langkah tenaga, nan pada gilirannya menciptakan peningkatan torsi.
Dibandingkan turbocharger pada mesin bensin, turbo diesel umumnya diatur pada tekanan sorong nan jauh lebih tinggi, nan mengurangi kerugian pemompaan selama langkah hisap mesin, memungkinkan mesin menjadi lebih efisien dalam konversi energinya melalui poros engkol.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·