Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis (14/8), dengan indeks S&P 500 mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang masa. Penguatan dipimpin saham Sandisk dan sejumlah perusahaan teknologi berkapitalisasi besar.
Mengutip Reuters, S&P 500 naik 0,65 persen menjadi 7.798,99 poin. Angka tersebut melampaui rekor penutupan nan sebelumnya dicatat pada Jumat lalu. Nasdaq juga menguat 0,81 persen menjadi 26.803,03 poin. Sementara itu, Dow Jones Industrial Average naik 0,13 persen menjadi 53.839,99 poin.
Sentimen positif juga datang dari info inflasi nilai produsen Amerika Serikat nan relatif terkendali. Kondisi tersebut memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) tidak bakal meningkatkan suku kembang pada pertemuan September.
Saham produsen chip memori Sandisk melonjak 13,7 persen, sedangkan Micron Technology menguat 4,2 persen. Microsoft turut naik nyaris 1 persen dan Meta Platforms menguat 2,8 persen.
Di sisi lain, saham CoreWeave, perusahaan penyedia jasa cloud berbasis kepintaran buatan (AI), turun 1,3 persen. Sehari sebelumnya, saham CoreWeave melonjak 19 persen setelah perusahaan meningkatkan proyeksi shopping modal tahunannya.
Kinerja sejumlah perusahaan teknologi dalam beberapa pekan terakhir juga membantu meredakan kekhawatiran penanammodal terhadap besarnya pengeluaran untuk membangun pusat info AI. Microsoft dan Amazon menjadi sejumlah perusahaan nan mencatat proyeksi keahlian kuat.
“Ledakan teknologi nan didorong oleh keahlian untung AI terus berlanjut. Ini adalah ledakan laba, bukan gelembung,” kata Jay Hatfield, CEO Infrastructure Capital Advisors di New York.
Sebanyak tujuh dari 11 indeks sektor S&P 500 berhujung di area hijau. Sektor jasa komunikasi mencatat kenaikan terbesar, ialah 1,56 persen, disusul sektor real estat nan menguat 1,34 persen.
Sepanjang 2026, indeks S&P 500 telah menguat sekitar 14 persen. Nasdaq mencatat kenaikan nan lebih tinggi, ialah sekitar 15 persen.
Namun, tidak seluruh saham teknologi bergerak positif. Cisco Systems ambruk 8,4 persen setelah proyeksi pendapatan perusahaan peralatan jaringan tersebut dinilai belum memenuhi ekspektasi penanammodal nan sudah tinggi.
Dari sisi geopolitik, Iran dan Amerika Serikat tetap berbeda mengenai upaya mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang Iran secara permanen, menurut seorang sumber senior Iran. Sementara itu, lampau lintas di Selat Hormuz tetap menghadapi pembatasan berat.
Data ekonomi terbaru menunjukkan nilai produsen Amerika Serikat tidak berubah pada Juli. Harga peralatan tercatat turun, sementara biaya jasa hanya meningkat tipis.
Jumlah penduduk Amerika nan mengusulkan klaim tunjangan pengangguran juga naik moderat pada pekan lalu. Data tersebut menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja tetap relatif stabil.
Berdasarkan perangkat FedWatch CME, pelaku pasar memperkirakan kesempatan sebesar 63 persen bahwa The Fed bakal mempertahankan suku kembang pada pertemuan bulan depan.
Di pasar komoditas, perjanjian berjangka minyak mentah Brent ditutup turun sekitar 2 persen menjadi USD 87,07 per barel.
Sementara itu, saham Netflix melonjak 5,4 persen setelah penanammodal miliarder Bill Ackman mengungkapkan kepemilikan baru di perusahaan streaming tersebut. Langkah itu menjadi bagian dari perombakan terbesar portofolio Pershing Square dalam beberapa tahun terakhir.
Saham Tapestry merosot lebih dari 16 persen setelah pemilik merek Coach tersebut memproyeksikan pertumbuhan pendapatan tahunan nan terbatas.
Dell Technologies naik 2,1 persen, sedangkan HP menguat 6,9 persen setelah laporan finansial kuartalan Lenovo asal China melampaui ekspektasi pasar.
Secara keseluruhan, jumlah saham nan menguat di indeks S&P 500 lebih banyak dibandingkan saham nan melemah dengan rasio 1,7 banding 1.
S&P 500 mencatat 30 saham mencapai level tertinggi baru dan satu saham menyentuh level terendah baru. Di Nasdaq, sebanyak 155 saham mencapai level tertinggi baru, sementara 85 saham mencatat level terendah baru.
Aktivitas perdagangan di bursa Amerika Serikat relatif sepi. Sebanyak 16,1 miliar saham beranjak tangan, di bawah rata-rata 17,5 miliar saham dalam 20 sesi perdagangan sebelumnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·