Prabowo Sentil BUMN: Rugi Terus tapi Laporan Untung, Ngarang Aja!

Sedang Trending 50 menit yang lalu

 Rugi Terus tapi Laporan Untung, Ngarang Aja!

Prabowo Sentil BUMN: Rugi Terus tapi Laporan Untung, Ngarang Aja! (Foto: Okezone)

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto kembali menyentil Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Prabowo menegaskan, sudah terlalu banyak BUMN nan tidak produktif. Seringkali, mereka apalagi memalsukan laporan keuangannya.

"Terlalu banyak BUMN nan tidak produktif. Rugi terus laporannya untung. Ngarang aja untungnya itu. Kita kena masalah, lantaran banyak perusahaan-perusahaan asing kan kerja sama dengan BUMN kita," kata Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Hingga hari ini, lanjut Prabowo sudah menutup 290 BUMN. Pada akhir tahun ini, ditargetkan hanya mempunyai paling banyak 300 BUMN. 

"750 BUMN lebih bakal kita tutup. Hanya nan produktif, hanya nan menciptakan nilai tambah bakal kita pertahankan," katanya.

Sementara itu, dirinya mengusulkan pembentukan suatu pengadilan ad hoc khusus. Pengadilan itu bakal difungsikan mengusut dugaan pelanggaran nan dilakukan jejeran dewan perusahaan BUMN selama 30 tahun ke belakang.

Mulanya, Prabowo mengatakan, sejak Danantara dibentuk, ditemukan ada 1.074 perusahaan BUMN. Jumlah ini cukup mengejutkannya, karena Prabowo mengira jumlah perusahaan BUMN hanya sekitar 300-400 perusahaan. Ia mengatakan, perusahaan BUMN ini juga kadang melangkah tidak semestinya.

"BUMN-BUMN ini kadang-kadang bekerja seenaknya. Tidak bertanggung jawab kepada bangsa, kepada negara, pemerintah tidak dianggap. Saya tidak mengerti gimana bisa terjadi seperti ini," ujar Prabowo.

Karena itu, Prabowo mau membentuk suatu lembaga pengadilan unik guna mengusut pelanggaran nan terjadi belakangan.

"Mungkin kudu kita corak suatu pengadilan ad hoc unik untuk kita usut, untuk kita usut pengurus-pengurus, dewan 30 tahun ke belakang mungkin," ungkap dia.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com