Pemerintah Pangkas Bea Masuk LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0 Persen

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

Anggie Ariesta , Jurnalis-Selasa, 28 April 2026 |13:30 WIB

Pemerintah Pangkas Bea Masuk LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0 Persen

Menko Airlangga (Foto: Okezone)

JAKARTA – Pemerintah bergerak sigap mengantisipasi akibat gangguan rantai pasok dunia akibat ketegangan di Selat Hormuz. Dalam rapat perdana Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Peningkatan Pertumbuhan Ekonomi, diputuskan pemberian insentif fiskal berupa pembebasan biaya masuk untuk komoditas LPG dan bahan baku plastik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa kebijakan ini diambil sebagai langkah darurat untuk menggantikan nafta, bahan baku utama industri petrokimia, nan saat ini susah diperoleh dan harganya melonjak tajam akibat situasi geopolitik.

"Hasil rapat tadi diambil keputusan beberapa perihal nan sudah kami laporkan kepada Bapak Presiden kemarin, ialah pertama insentif untuk LPG, di mana intervensi kebijakan untuk biaya masuk LPG utamanya untuk industri petrochemicals nan dengan adanya kasus di perang di Selat Hormuz mengalami kesulitan untuk memperoleh nafta,” jelas Airlangga dalam konvensi pers di kantornya, Selasa (28/4/2026). 

Untuk menjaga operasional kilang (refinery), pemerintah menurunkan biaya masuk impor LPG dari 5 persen menjadi 0 persen. Langkah ini memungkinkan industri beranjak ke bahan baku pengganti demi memastikan kesiapan bahan baku plastik nasional tetap terjaga.

Selain LPG, pemerintah juga membebaskan biaya masuk untuk beragam jenis bahan baku plastik seperti polipropilen, polietilin, LLDPI, hingga HDPI menjadi 0 persen untuk periode enam bulan ke depan.

Airlangga menyebut nilai plastik telah meroket antara 50 hingga 100 persen, nan jika dibiarkan bakal memicu kenaikan nilai makanan dan minuman melalui biaya bungkusan (packaging).

"Jadi kebijakan nan kita ambil ini juga diambil negara lain seperti India. Jadi kita mengikuti agar packaging ini tidak juga meningkatkan bahan-bahan makanan dan minuman," tegas Airlangga.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com