Rohman Wibowo
, Jurnalis-Senin, 22 Juni 2026 |20:04 WIB

Menko Airlangga (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa dinamika geopolitik dunia nan belum stabil memaksa pemerintah mengambil langkah antisipatif nan lincah dan proaktif. Ketidakpastian di area Timur Tengah, khususnya di Selat Hormuz, menjadi perhatian serius lantaran berpotensi memicu gejolak nilai minyak bumi dan menekan rantai pasok eksternal.
Atas dasar itu, untuk memperkuat tembok pertahanan ekonomi domestik di paruh kedua tahun ini, pemerintah secara resmi mengumumkan bauran kebijakan stimulus ekonomi nan komprehensif.
Pemerintah resmi meluncurkan paket kebijakan stimulus dan insentif ekonomi lintas sektor untuk menjaga momentum pertumbuhan domestik di paruh kedua tahun ini.
Kebijakan ini diambil digadang-gadan memperkuat daya beli masyarakat sekaligus memitigasi akibat dari ketidakpastian geopolitik global.
"Jadi total stimulus nan dikeluarkan oleh pemerintah untuk di semester kedua ini nilainya sekitar Rp26,34 triliun," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam bertemu pers di instansi Kemenko Perekonomian, Senin (22/6/2026).
Secara rinci, total stimulus jumbo tersebut dialokasikan ke dalam beberapa program prioritas, termasuk jaring pengaman pangan, pembenahan kualitas tenaga kerja, hingga insentif transportasi publik.
Airlangga memaparkan bahwa anggaran tersebut mencakup stimulus insentif transportasi sebesar Rp2,04 triliun, program pemagangan serta vokasi nasional senilai Rp6,26 triliun, dan support pangan dalam skala masif sebesar Rp18,04 triliun. Seluruh bauran kebijakan ini dirancang agar menyentuh langsung degub nadi perekonomian masyarakat di akar rumput.
Salah satu terobosan krusial dalam stimulus ini menyasar sektor industri imajinatif dan literasi melalui pemangkasan tarif pajak royalti bagi para penulis. Kebijakan ini sekaligus menjadi bukti konkret atas realisasi komitmen politik nan pernah dijanjikan oleh kepala negara kepada masyarakat.
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·