Parlemen Eropa Desak Penyelidikan Terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino Akibat Adanya Keanehan di Piala Dunia 2026

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Parlemen Eropa Desak Penyelidikan Terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino Akibat Adanya Keanehan di Piala Dunia 2026

Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Foto: Instagram/gianni_infantino)

GELARAN Piala Dunia 2026 banyak diwarnai bumbu-bumbu kontroversial nan menjadi pembicaraan para pencinta sepak bola dunia. Sorotan tajam sekarang tertuju pada Presiden FIFA, Gianni Infantino, nan dinilai melakukan tindakan kontroversial nan mencederai sportivitas.

Sejak sebelum turnamen dimulai, kedekatan Infantino dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sudah memicu riak di internal FIFA. Infantino sempat membikin internal federasi sangat malu setelah menyerahkan penghargaan perdamaian perdana kepada Trump.

Puncaknya terjadi saat FIFA mengambil keputusan tak lazim dengan membatalkan balasan kartu merah penyerang Amerika Serikat (AS), Folarin Balogun, agar bisa tampil melawan Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Keputusan kontroversial nan diduga kuat akibat tekanan politik Trump ini memicu kemarahan para politisi di Eropa.

1. Gara-Gara Pembatalan Sanksi Balogun

Sebagai informasi, Balogun menerima kartu merah langsung saat AS mengalahkan Bosnia dan Herzegovina di babak 32 besar. Namun, secara mengejutkan FIFA justru menangguhkan balasan larangan bertanding striker berumur 25 tahun itu selama satu tahun, sehingga dia bisa bermain melawan Belgia.

 FIFA) Folarin Balogun dikartu merah pada laga Piala Dunia 2026 (Foto: FIFA)

Langkah asing tersebut memicu reaksi keras dari tiga personil Parlemen Eropa: Barry Andrews, Lara Wolters, dan Niels Fuglsang. Mereka menggalang support dari puluhan legislator lainnya untuk meluncurkan penyelidikan resmi terhadap penyalahgunaan kewenangan Infantino. Mereka menilai FIFA telah menyerah total pada tuntutan pemerintahan Trump.

"Mengubah patokan skorsing kartu merah di tengah-tengah turnamen adalah sebuah kejelekan dan penyimpangan keadilan," bunyi pernyataan resmi berbareng para legislator Eropa tersebut, dilansir dari ESPN, Kamis (9/7/2026).

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com