Bocah 7 Tahun di Dairi Diduga Disiksa Bibinya, Alami Luka di Wajah hingga Kaki

Sedang Trending 17 menit yang lalu
Ilustrasi kekerasan anak Foto: panitanphoto/shutterstock

Sebuah video viral memperlihatkan seorang bocah laki-laki diduga mengalami kekerasan oleh bibinya sendiri di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Dalam video nan beredar, bocah berinisial AGP (7) ditemukan penduduk dan mengaku bahwa ayahnya telah dipenjara lantaran narkoba. Lalu, keberadaan ibunya tidak diketahui. Ia juga mengaku telah disiksa.

"Bapakku di penjara narkoba, mamakku enggak tahu di mana. Aku disiksa di sini," kata AGP dalam video viral tersebut.

Kasi Humas Polres Dairi, AKP Syahril Ramadhan, mengatakan bahwa bocah tersebut ditemukan oleh penduduk di Jalan Merdeka, Kecamatan Sidikalang, Kabupaten Dairi. Ia ditemukan dalam kondisi luka-luka di bagian wajah hingga kakinya.

Polisi dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Dairi nan menerima laporan langsung menuju tempat kejadian perkara (TKP) untuk menyelamatkan bocah tersebut.

Syahril menuturkan, saat bocah laki-laki tersebut hendak dibawa, datang seorang wanita berinisial RS (53) menghampiri dan melarang polisi membawa anak tersebut.

"Setelah memperkenalkan diri, RS kemudian memberikan izin dan AGP akhirnya dibawa ke RSUD Sidikalang untuk mendapatkan pertolongan medis," kata Syahril dalam keterangannya, Jumat (21/8).

Saat ini, AGP sedang menjalani perawatan di rumah sakit dan kondisinya mulai stabil.

Syahril mengatakan, berasas hasil pemeriksaan dan pendekatan terhadap bocah tersebut, AGP menceritakan bahwa RS merupakan bibinya nan diduga kerap melakukan tindakan kekerasan bentuk terhadap AGP.

"RS merupakan wanita nan paling ditakutin oleh AGP, sehingga si anak takut untuk melapor mengenai apa nan sudah dialaminya," ujar Syahril.

Berdasarkan hasil pemeriksaan visum, AGP ditemukan mengalami luka-luka di bagian bibir, luka lebam di tangan kiri, dan beberapa luka sudah mengalami jangkitan alias bernanah. Selain itu, terdapat luka pada kaki kanannya nan juga mengalami infeksi.

Syahril menambahkan, AGP juga mengatakan bahwa adiknya berinisial AP (6) juga mengalami luka-luka nan diduga disebabkan oleh RS.

"Sehingga terdapat dua korban dalam kasus tersebut," ucap Syahril.

Pihak kepolisian tetap mendalami motif dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Terkait motif dan gimana kronologi kekerasan tersebut sedang didalami oleh Unit PPA," pungkas Syahril.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan