Hujan Deras dan Angin Kencang Terjang Medan, 167 Rumah Rusak

Sedang Trending 21 menit yang lalu
Kondisi rumah penduduk akibat hujan angin besar nan melanda wilayah Kota Medan, Jumat (21/8). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Hujan deras disertai angin kencang melanda sejumlah wilayah Kota Medan, Sumatera Utara, pada Selasa (18/8) lalu. Akibatnya, beberapa rumah penduduk dan sekolah rusak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah mencatat ada 167 rumah penduduk rusak akibat musibah hujan angin besar tersebut. Wilayah nan paling terdampak berada di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan.

"Jadi, total nan baru kita info itu 167 rumah," kata Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari, saat ditemui di letak posko bencana, Jumat (21/8).

Yunita mengatakan BPBD berbareng pemerintah telah memberikan support berupa sembako hingga pembangunan genting seng rumah penduduk nan terdampak.

Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari (kiri) dan Camat Medan Johor, Bachtiar ditemui di letak musibah hujan badai, Medan, Jumat (21/8). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Sebanyak 93 rumah telah diperbaiki, sementara sisanya bakal diperbaiki.

"Yang baru kita bantu 93 rumah, tetap ada 74 rumah lagi nan belum kita bantu," ucap Yunita.

"Insya Allah selama tetap kita mencukupi, kelak bakal kita bantu. Namanya masyarakat nan lagi terkena bencana, Insya Allah kita bantu," sambung Yunita.

Yunita menuturkan, support nan diberikan kepada penduduk nan terdampak berupa sembako, material bangunan, dan selimut. Ia menyebutkan, penanganan musibah masuk dalam tahap pemulihan.

"Iya (pemulihan). Sebagian juga sudah mandiri, sudah memperbaiki mandiri. Kemudian support ini sedang kita laksanakan pembagiannya, terus dibantu oleh Camat Medan Johor," ujar Yunita.

Suasana posko musibah hujan angin besar di Medan, Jumat (21/8). Foto: Amar Marpaung/kumparan

Pemberian support pembangunan genting rumah penduduk disesuaikan dengan tingkat kerusakannya. Karena itu, support nan diberikan disesuaikan dengan kondisi kerusakan rumah warga.

"Kalau satu rumah itu beragam ya, lantaran memandang tingkat kerusakannya tidak sama. Ada nan 5%, ada nan 30% kerusakannya. Nah, itu BPBD Kota Medan mengkaji kerusakannya berapa-berapa lembar seng, berapa batang kayu," imbuh Yunita.

Warga bisa mengambil support seng tersebut sesuai dengan info kerusakan rumah nan telah dikumpulkan kepada BPBD Kota Medan. Warga nan telah membangun genting rumah secara berdikari juga tetap bisa mengambil support tersebut.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan