Berusia 44 Tahun, Gajah Mada Plaza Bertransformasi Jadi Lifestyle Hub

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Berusia 44 Tahun, Gajah Mada Plaza Bertransformasi Jadi Lifestyle Hub Gajah Mada Plaza di area Gajah Mada, Jakarta, melakukan pembaruan konsep setelah 44 tahun beroperasi. Pusat perbelanjaan tersebut sekarang datang dengan wajah dan komposisi tenant baru, dengan lebih dari 60% penyewa merupakan tenant baru.(Dok. Gajah Mada Plaza)

GAJAH Mada Plaza di area Gajah Mada, Jakarta, melakukan pembaruan konsep setelah 44 tahun beroperasi. Pusat perbelanjaan tersebut sekarang datang dengan wajah dan komposisi tenant baru, dengan lebih dari 60% penyewa merupakan tenant baru.

Dari sisi tampilan, pusat perbelanjaan ini datang dengan wajah nan lebih modern dan dinamis, termasuk sentuhan warna gold nan memberikan karakter elegan sekaligus memperkuat identitas barunya sebagai destinasi style hidup alias lifestyle di area Gajah Mada.

Dari sisi komersial, Lippo Icon Gajah Mada saat ini mencatat tingkat okupansi sekitar 90%. Komposisinya mencakup kuliner, fashion, entertainment, lifestyle, hingga beragam kebutuhan sehari-hari.

Transformasi tersebut menjadi bagian dari strategi PT Lippo Malls Indonesia (LMI) untuk memperbarui aset eksisting agar tetap relevan dengan perkembangan area serta kebutuhan dan style hidup masyarakat.

"Melalui pembaharuan menyeluruh, kehadiran tenant-tenant baru, serta identitas baru Lippo Icon, kami mau menghadirkan pengalaman nan lebih modern dan relevan bagi pengunjung," ujar Santiwati Basuki, Chief Marketing Officer Lippo Malls.

Antisipasi perkembangan transportasi
Salah satu aspek nan menjadi pertimbangan dalam reposisi tersebut adalah rencana pengembangan MRT Jakarta Koridor 2. Koridor ini direncanakan menghubungkan area Kota hingga Ancol Barat melalui sejumlah area strategis, termasuk Gajah Mada dan Harmoni.

Lippo Icon Gajah Mada dipersiapkan menjadi salah satu letak nan terintegrasi dengan pengembangan koridor tersebut. Peningkatan konektivitas transportasi publik diharapkan dapat mempermudah akses masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan aktivitas komersial dan lifestyle di sepanjang koridor.

Dari perspektif bisnis, perkembangan konektivitas tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat kegunaan mal sebagai bagian dari ekosistem kawasan. Akses transportasi nan semakin baik berpotensi memperluas jangkauan pengunjung, sekaligus membuka ruang bagi pusat perbelanjaan untuk menangkap aktivitas masyarakat nan tidak semata-mata berangkaian dengan belanja.

Pahala Situmeang, Mal Direktur Gajah Mada Plaza, mengatakan transformasi tersebut merupakan bagian dari kesiapan pengelola menyambut perkembangan MRT Jakarta Koridor 2.

"Transformasi Lippo Icon Gajah Mada merupakan bagian dari kesiapan kami menyambut perkembangan MRT Jakarta Koridor 2, dengan menghadirkan destinasi lifestyle yang modern, mudah diakses, dan terintegrasi dengan mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan area Gajah Mada," ujar Pahala.

Dari pusat shopping ke lifestyle hub
Perubahan konsep juga menunjukkan pergeseran kegunaan pusat perbelanjaan. Melalui positioning 'The New Lifestyle Icon', Lippo Icon Gajah Mada tidak hanya diarahkan sebagai destinasi shopping dan lifestyle, tetapi juga sebagai community hub nan tumbuh berbareng perkembangan kawasan.

Arah tersebut tecermin dari komposisi tenant baru nan mencakup beragam kategori, mulai dari kuliner, fashion, entertainment, lifestyle hingga kebutuhan sehari-hari. Diversifikasi ini membikin pusat perbelanjaan mempunyai lebih banyak kegunaan bagi masyarakat dan tidak berjuntai pada aktivitas shopping semata.

Bagi pengelola mal, strategi semacam ini menjadi salah satu langkah untuk mempertahankan daya tarik aset nan telah beraksi selama puluhan tahun. Renovasi, penyegaran tenant, dan perubahan konsep digunakan untuk menciptakan pengalaman baru sekaligus menyesuaikan aset dengan perkembangan lingkungan di sekitarnya.

Lippo Icon Gajah Mada menjadi mal kedua dalam jaringan Lippo Malls nan mengusung konsep Lippo Icon, setelah Lippo Icon Cibubur nan sebelumnya dikenal sebagai Cibubur Junction. Melalui konsep Lippo Icon–The New Lifestyle Icon, Lippo Malls membawa identitas nan lebih modern, relevan, dan adaptif terhadap perkembangan style hidup masyarakat.

Dengan demikian, perubahan Gajah Mada Plaza menjadi Lippo Icon Gajah Mada tidak hanya menyangkut perubahan nama dan tampilan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi reposisi aset melalui pembaruan tenant, konsep lifestyle, serta antisipasi terhadap perubahan konektivitas kawasan.

Anniversary menjadi momentum aktivasi
Transformasi tersebut sekaligus menjadi momentum seremoni 44 tahun Gajah Mada Plaza. Bersama beragam tenant dan sponsor, Lippo Icon Gajah Mada menggelar rangkaian program untuk merayakan perjalanan pusat perbelanjaan sekaligus memperkenalkan wajah dan identitas barunya kepada masyarakat.

Program 'Shop & Celebrate' berjalan pada 20–30 Agustus 2026. Pengunjung dengan transaksi minimal Rp300.000 dapat menukarkan merchandise eksklusif Lippo Icon Gajah Mada. Khusus 10 visitor pertama setiap hari nan memenuhi ketentuan program, tersedia tambahan voucher Playtopia senilai Rp100.000.

Puncak seremoni dijadwalkan berjalan pada Minggu, 30 Agustus 2026, dengan penampilan spesial dari Mahalini dan program Grand Balloon Drop. Lebih dari 500 balon berisi voucher shopping serta beragam bingkisan dari tenant dan sponsor bakal dilepaskan secara bersamaan.

Dari jumlah tersebut, terdapat 44 balon spesial nan berisi bingkisan eksklusif sebagai simbol perjalanan 44 tahun Gajah Mada Plaza. Rangkaian aktivasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkenalkan perubahan konsep dan identitas baru kepada pengunjung.

Melalui revitalisasi aset lama, perubahan komposisi tenant, konsep lifestyle, serta persiapan menghadapi pengembangan transportasi publik, Lippo Icon Gajah Mada diarahkan untuk memasuki babak baru sebagai destinasi nan lebih modern dan adaptif. Strategi tersebut juga menjadi upaya untuk menjaga relevansi aset sekaligus memperkuat perannya dalam perkembangan area Gajah Mada di masa depan. (E-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia