Novo Nordisk dan AWS membentuk hub co-innovation AI di London. Fasilitas ini mempertemukan engineer dan ahli AI AWS dengan intelektual terapan serta tim penelitian dan pengembangan Novo Nordisk untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi AI pada berbagai(Dok. Novo Nordisk)
PEMANFAATAN kepintaran buatan (AI) mulai mengubah proses penelitian dan pengembangan di industri farmasi, mulai dari pengolahan info hingga identifikasi sasaran terapi dan perancangan uji klinis. Teknologi tersebut dinilai dapat membantu peneliti mengolah info kompleks dalam waktu lebih singkat sehingga proses pengembangan obat dapat dilakukan secara lebih efisien.
Perkembangan ini menjadi salah satu konsentrasi kemitraan strategis Novo Nordisk dan Amazon Web Services (AWS). Kedua perusahaan mengumumkan kerja sama untuk mempercepat penemuan obat dan memodernisasi operasional Novo Nordisk melalui teknologi agentic AI dan cloud.
Sebagai bagian dari kemitraan tersebut, Novo Nordisk dan AWS membentuk hub co-innovation AI di London. Fasilitas ini mempertemukan engineer dan ahli AI AWS dengan intelektual terapan serta tim penelitian dan pengembangan Novo Nordisk untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi AI pada beragam kebutuhan riset.
Melalui hub tersebut, kedua perusahaan bakal memanfaatkan teknologi AI AWS untuk mengolah info dan menghasilkan wawasan dari penelitian Novo Nordisk.
"Menjalin kemitraan dengan AWS merupakan langkah untuk menjadikan AI sebagai penggerak penemuan di Novo Nordisk," ujar Mike Doustdar, Presiden dan CEO Novo Nordisk, dikutip Kamis (20/8).
Menurut Doustdar, penggabungan skill ilmiah Novo Nordisk dengan perangkat dan jasa AWS nan dirancang untuk industri life sciences, serta keberadaan hub co-innovation di London, diharapkan dapat mempercepat proses penemuan obat. Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk mengembangkan solusi AI nan bertanggung jawab dan menghasilkan kemajuan bagi pasien dengan penyakit kronis serius.
Dalam kesepakatan ini, AWS ditetapkan sebagai penyedia cloud pilihan dan mitra strategis AI Novo Nordisk. Kerja sama tersebut menggabungkan pengalaman Novo Nordisk dalam pengembangan terapi penyakit kronis dengan jasa cloud dan AI AWS, prasarana nan kondusif dan dapat diperluas, serta teknologi nan dirancang untuk kebutuhan industri life sciences.
Kolaborasi tersebut melanjutkan hubungan nan telah dibangun kedua perusahaan. Novo Nordisk menyebut kerja sama sebelumnya telah memberikan hasil terukur, antara lain mengurangi waktu nan dibutuhkan untuk pengarsipan klinis serta membantu meningkatkan produktivitas lebih dari 25.000 karyawan.
Pada tahap penelitian dan pengembangan, Novo Nordisk bakal memanfaatkan jasa seperti Amazon Bio Discovery dan Amazon Bedrock. Teknologi tersebut bakal digunakan untuk membantu mengidentifikasi sasaran terapeutik, mempercepat perancangan terapi baru, serta menghubungkan beragam jenis data, termasuk info genomik, pencitraan, dan info klinis.
Penggabungan info tersebut diharapkan dapat membantu menghubungkan temuan dari penelitian tahap awal dengan proses perancangan uji klinis. Dengan demikian, hasil penelitian dapat dimanfaatkan lebih lanjut untuk mendukung pengembangan kandidat terapi dan tahapan berikutnya dalam proses pengembangan obat.
Sementara itu, Novo Nordisk juga bakal menggunakan Amazon Bedrock AgentCore untuk meningkatkan efisiensi operasional melalui pemanfaatan pemasok AI. Teknologi tersebut memungkinkan penerapan pemasok AI untuk membantu beragam proses kerja di lingkungan perusahaan.
"Setiap bagian dari pekerjaan kami berbareng Novo Nordisk pada akhirnya kembali pada satu hal: menghadirkan obat nan tepat kepada pasien dengan lebih cepat," kata Matt Garman, CEO AWS.
Garman mengatakan Novo Nordisk telah memilih AWS sebagai mitra strategis AI untuk mengubah proses penemuan dan pengembangan obat. Menurut dia, jasa seperti Amazon Bio Discovery dan Amazon Bedrock dapat membantu mempersingkat waktu penemuan obat, memproses kumpulan info nan kompleks secara aman, serta memperluas penerapan temuan penelitian ke beragam bagian terapi. (E-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·