
OJK Dukung Demutualisasi BEI, Masih Dibahas Pemerintah dan DPR (Foto: Okezone)
JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menegaskan rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI) diharapkan dapat memperkuat tata kelola serta mendorong pertumbuhan bursa ke depan.
Friderica menjelaskan, saat ini terdapat tantangan dalam struktur kepemilikan BEI lantaran personil bursa juga berkedudukan sebagai pemegang saham. Kondisi tersebut dinilai dapat menimbulkan potensi bentrok kepentingan dalam proses pengambilan keputusan maupun aspek pengawasan perusahaan tercatat.
"Sekarang ini misalnya sifat nan muncul itu, pada saat nan sama mereka adalah pemegang saham kita. Jadi misal pak Jeffrey (Pjs Dirut BEI) ini jika mau jadi dewan bursa kudu meminta bunyi ke mereka (anggota bursa). Tapi ketika sudah jadi, kelak nan memeriksa, memberikan sanksi, menghukum dan lain-lain (jadi tantangan)," ujar Kiki sapaan akrabnya saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, melalui demutualisasi diharapkan tata kelola BEI menjadi lebih baik dan independen sehingga bisa memperkuat peran bursa sebagai prasarana utama pasar modal nasional.
"Jadi memang jika dengan demutualisasi angan kita tata kelola semakin baik. Kemudian gimana kita bisa mendorong bursa ini bisa tumbuh lebih lagi," katanya.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·