Muktamar NU ke-35, Gus Rosikh: Saatnya Kembalikan PBNU ke Pondok Pesantren!

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

JAKARTA — Pengasuh Pondok Pesantren Ma’hadul Ilmi As-Syar’iyati (MIS) Sarang, Kiai Achmad Rosikh Roghibi (Gus Rosikh), menegaskan, penyelenggaraan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) kudu dijaga dari beragam kepentingan politik praktis maupun orientasi ekonomi nan berpotensi mencederai nilai-nilai luhur organisasi.

Gus Rosikh menjelaskan, bahwa Muktamar sebagai forum permusyawaratan tertinggi NU semestinya menjadi ruang nan sakral, diisi oleh semangat keikhlasan dan tanggung jawab keumatan, bukan arena perebutan kekuasaan.

“NU ini berdiri di atas fondasi perjuangan para ulama. Kalau Muktamar sudah disusupi kepentingan politik dan kepentingan materi, maka arah perjuangan NU bakal menyimpang dari khittahnya,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Dia juga menekankan pentingnya mengembalikan marwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sebagai representasi dari bumi pesantren. PBNU, lanjutnya, kudu kembali berpijak pada nilai-nilai kepesantrenan nan menjunjung tinggi akhlak, keilmuan, serta kemandirian ulama.

“PBNU kudu kembali ke pesantren, kembali ke ustadz nan betul-betul hidup dalam tradisi keilmuan dan pengabdian. Jangan sampai NU hanya menjadi perangkat kepentingan kekuasaan,” tegasnya.

Dia juga berharap, kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali kepada dzuriyah muasis, ialah keturunan para pendiri NU, nan dinilai mempunyai kedekatan historis, kultural, dan spiritual dengan nilai-nilai dasar organisasi.

Menurutnya, dzuriyah muassis tidak hanya membawa legitimasi genealogis, tetapi juga mempunyai tanggung jawab moral untuk menjaga warisan perjuangan para ustadz pendiri NU agar tetap berada di jalur nan benar.

“Sudah saatnya PBNU kembali dipimpin oleh dzuriyah muassis nan memahami betul ruh perjuangan NU. Ini bukan soal eksklusivitas, tapi soal menjaga kesinambungan nilai dan amanah para pendiri,” tegasnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com