Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Iran bakal segera merilis rekaman video nan menampilkan pemimpin tertinggi baru mereka, Mojtaba Khamenei, tampil di depan publik. Langkah ini diumumkan oleh seorang komandan paramiliter senior pada hari Minggu sebagai upaya nyata untuk menepis beragam rumor mengenai kondisi kesehatannya.
Mengutip Russia Today, Senin (10/08/2026), Mojtaba diketahui belum pernah terlihat lagi di depan umum sejak bulan Maret lalu. Ia pada saat itu baru saja ditunjuk untuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, nan tewas pada 28 Februari selama gelombang pertama serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Teheran.
Absennya sang pemimpin nan berkepanjangan ini telah memicu spekulasi liar bahwa dia mengalami abnormal fisik, lumpuh, alias apalagi ikut tewas akibat serangan mematikan nan merenggut nyawa ayahnya. Namun, otoritas Iran bersikeras bahwa Mojtaba hingga saat ini tetap berperan-serta aktif dalam pengambilan keputusan politik dan militer negara.
"Gambar-gambar dan bukti dokumenter nan bakal dirilis di masa mendatang nan menunjukkan pemimpin dan panglima tertinggi nan terhormat, Ayatollah Mojtaba Khamenei, di antara rakyat, di jalan-jalan dan lingkungan, serta dalam pertemuan dengan para komandan Angkatan Bersenjata, bakal sekali lagi mempermalukan musuh-musuh dan orang-orang nan bermaksud jelek terhadap bangsa Iran," tegas Wakil Kepala Organisasi Paramiliter Basij, Qasem Qoraishi, memastikan bahwa beragam gambar dan video sang pemimpin bakal segera dipublikasikan di masa mendatang.
"Musuh berupaya menabur perselisihan di antara pasukan revolusioner dan umat beragama," ujar Qasem yang juga mendesak seluruh lapisan masyarakat Iran untuk tetap waspada terhadap provokasi asing di tengah memanasnya situasi.
Pada hari Minggu lalu, media pemerintah Iran sebenarnya telah merilis sebuah video langka berdurasi 12 detik tanpa tanggal pasti. Video tersebut memperlihatkan Mojtaba nan sedang duduk melingkar berbareng para pejabat lainnya, namun beberapa media di luar Iran menduga bahwa rekaman itu sebenarnya diambil sebelum perang meletus.
Sebagai informasi, AS dan Israel secara konsisten terus melakukan serangan nan ditargetkan terhadap beberapa pemimpin politik dan militer Iran selama perang berlangsung. Serangan mematikan tersebut turut menewaskan kepala keamanan handal Iran, Ali Larijani, pada 17 Maret lalu.
Ancaman berkepanjangan inilah nan mungkin membikin Teheran kudu membatasi penampilan publik Mojtaba dengan argumen keamanan nan ketat. Terlebih lagi, Presiden AS Donald Trump baru-baru ini melabeli para pemimpin Iran sebagai "bajingan" dan menakut-nakuti bakal menargetkan lebih banyak pejabat jika Teheran terus menolak tuntutannya.
(tps/sef)
[Gambas:Video CNBC]
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·