Febrie Sempat Minta Sutrimo Pulang Kampung, Ditemani 2 Orang Tak Dikenal

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi siluet pria. Foto: Shutterstock

Kepala Rumah Tangga (Karumga) Eks Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Ardiansyah, Sutrimo sempat diminta pulang ke Kampung halamannya di Banyumas, Jawa Tenga,h oleh Febrie Ardiansyah. Kabarnya Sutrimo ditemani dua orang. Namun, pihak family tak kenal dengan dua orang tersebut.

Penasihat norma family Sutrimo, Aan Rohaeni menyampaikan, Sutrimo sempat diminta pulang sebelum tanggal 19 Juli 2026. Kabar ini disampaikan oleh pihak keluarga.

"Pokoknya sebelum tanggal 19 lah ya, 18 apa 19 begitu. Saya kurang tahu tepatnya lantaran saya tadi lihat WA-nya mulai tanggal 19 sedang dinas berjaga di rumah Pak Febri nan tetap ada bisa dipulihkan. Nah, dia pulang memang ditelepon sama Pak Febri," katanya, Senin (10/8).

Ia menambahkan, chat Whatsapp pihak family nan tersisa ketika komunikasi dengan Sutrimo hanya ada di tanggal 19 Juli sampai 23 Juli. Sisanya tidak ada info percakapan di tanggal lain.

"Pihak family kan kemarin ngingat-ngingat dari WA gitu kan. Ternyata ya tadi di HP-nya Bu Anis (keluarga Sutrimo) itu enggak tahu kenapa WA nan tersisa antara komunikasi dengan Sutrimo itu hanya tanggal 19 sampai 23. Setelah itu info sebelumnya lenyap gitu kan. Nah, ini makanya lagi dipulihkan oleh kepolisian," terangnya.

Saat itu, Sutrimo memang diminta pulang langsung oleh Febrie. Namun, Sutrimo mengaku tidak punya duit untuk pulang ke Banyumas.

"Trimo menyampaikan jika enggak punya uang. Tapi katanya tiketnya sudah disiapkan, duit sudah ditransfer dan bakal ditemani oleh dua orang kelak dari stasiun Purwokerto gitu," ujarnya.

Aan Rohaeni menambahkan, ada dua orang nan mengantarkan Sutrimo. Namun, tidak diketahui siapa dua orang tersebut.

"Iya dua orang. Tetapi itu nan tidak kami ketahui siapanya. Cuma menurut itu memang Pak Febri itu nyuruh pulang sekaligus sudah disiapkan tiketnya dan ditemani orang katanya. Entah orang nan dari Cilacap, bilangnya orang dari Cilacap. Entah orang dari Cilacap itu orang mau kerja di Jakarta berbarengan kita enggak tahu gitu loh. Karena kita juga enggak ada nan menyaksikan gitu loh," imbuhnya.

Sutrimo meninggal bumi di depan Klinik Kecantikan Mordent, area Pulo, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Penyebab kematiannya hingga sekarang tetap didalami abdi negara penegak hukum.

Jenazah Sutrimo kemudian dimakamkan pada Kamis (23/7/2026) di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Keluarga Sutrimo mendatangi Polresta Banyumas pada Sabtu (8/8) malam untuk membikin laporan. Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor STTLP/79/VIII/2026/SPKT/POLRESTA BANYUMAS/POLDA JAWA TENGAH.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan