Mendikdasmen soal Temuan 995 Senjata di Sekolah Jaksel: Sedang Dicari Jalan Keluar

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menanggapi temuan 995 senjata, termasuk senjata api, narkoba, hingga 30 CD porno, di sekolah Kebayoran Lama, Jakarta Selatan (Jaksel). Abdul Mu'ti mengatakan pihaknya berkomitmen menjadikan sekolah sebagai tempat nan kondusif dan nyaman bagi siswa.

"Kami sudah komunikasi dengan pihak sekolah. Intinya begini, pertama, jika kami di Kemendikdasmen itu kan berkomitmen untuk sekolah menjadi rumah kedua bagi anak-anak sehingga mereka tetap bisa belajar dengan kondusif dan nyaman," kata Mu'ti usai rapat berbareng ketua DPR, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Abdul Mu'ti menyerahkan penjelasan lebih lanjut kepada abdi negara keamanan mengenai temuan senjata tersebut. Menurutnya, kepolisian mempunyai kewenangan untuk menjelaskan temuan tersebut.

"Terkait dengan adanya temuan itu, mungkin aparatur keamanan, dalam perihal ini kepolisian, nan lebih punya otoritas untuk menjelaskan," ujarnya.

Abdul Mu'ti mengatakan pengawasan terhadap sekolah berada dalam kewenangan pemerintah daerah. Dia mengatakan Kemendikdasmen telah berkomunikasi dengan pihak-pihak mengenai untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.

"Kalau sekolah, kan pengawasannya oleh pemerintah wilayah sesuai dengan kewenangannya," ujarnya.

"Kami sudah komunikasi, kami sudah komunikasi dengan pihak-pihak mengenai dan sedang dicari jalan keluarnya," imbuh dia.

Sebagai informasi, 996 pucuk senjata tersebut ditemukan pada 10-11 Juli 2026 dan kembali ditemukan pada Rabu (5/8) malam. Pihak kepolisian merinci, 995 pucuk senjata nan ditemukan merupakan senapan angin, sementara satu pucuk lainnya merupakan senjata api jenis Franchi SPA, SPAS-15 kaliber 12 GA milik laki-laki DS nan merupakan kepala di PT Lokta Karya Perbakin.

"Perlu kita luruskan bersama, penemuan peralatan nan diduga berupa senjata. Ada 996 nan ditemukan, 995 merupakan senjata angin," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan di Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (8/8).

(amw/fca)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News