Menlu Sugiono Ungkap Selandia Baru Mulai Cek Lokasi untuk Dukung MBG

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Menlu Sugiono memberi keterangan pers usai forum bilateral Joint Ministerial Commission (JMC) ke-13 RI-Selandia Baru di Auckland, Jumat (28/8/2026). Foto: Firda Brillianti/kumparan

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengungkapkan Selandia Baru mulai mengecek sejumlah letak untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia.

Hal itu disampaikan Sugiono usai pertemuan bilateral ke-13 Joint Ministerial Commission (JMC) RI-Selandia Baru di Auckland, Jumat (28/8).

"Lebih spesifik lagi kemauan Selandia Baru untuk bisa juga berkontribusi dalam program makan bergizi gratis," kata Sugiono, usai berjumpa dengan Menlu Selandia Baru, Winston Peters.

Sugiono turut menyampaikan kemauan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia bisa mendapat pasokan sapi dari Selandia Baru.

"Tadi saya juga menyampaikan kemauan Presiden Prabowo untuk bisa mendapatkan sapi dari Selandia Baru untuk memenuhi kebutuhan kita bakal susu," ujarnya.

Sasar 3T, Tinjau Rote dan Kupang

Sugiono menjelaskan pihak Selandia Baru tengah mencari sejumlah titik letak untuk merealisasikan support MBG tersebut.

"Mereka sekarang sedang mencari beberapa titik, saya kira ini juga bakal bekerja sama dengan lembaga mengenai di mana mereka bisa membantu," ujar Sugiono.

Ia menyebut Selandia Baru unik tertarik menyasar wilayah 3T namalain terdepan, terluar, dan tertinggal.

Menlu RI Sugiono berbareng Menlu Selandia Baru, Winston Peters dalam pertemuan bilateral Joint Ministerial Commission (JMC) ke-13 RI-Selandia Baru di Auckland, Selandia Baru, Jumat (28/8). Foto: Firda Brillianti/kumparan

"Tadi saya sampaikan mereka juga menyampaikan ketertarikannya terutama untuk di daerah-daerah nan 3T," jelasnya.

Sugiono apalagi menyebut sejumlah letak nan sudah mulai ditinjau tim Selandia Baru.

"Jadi jika saya tidak salah mereka sudah mulai meninjau beberapa tempat di Rote, Kupang," katanya.

Prioritas Kebutuhan Susu

Sugiono menegaskan nan paling dibutuhkan saat ini adalah pasokan susu, sebelum merambah ke daging.

"Bisa saja ke sana (daging), tapi saya kira nan mungkin lebih sigap dibutuhkan susu ya," kata Sugiono.

Ia lampau membandingkan perihal itu dengan produktivitas sapi perah di Selandia Baru nan jauh lebih tinggi dibanding Indonesia.

"Tadi disampaikan produktivitas sapi mereka itu sekitar 60-65 liter per hari," ungkap Sugiono.

Menurutnya, pencapaian itu perlu didukung training peternakan agar produktivitas susu di Indonesia bisa ikut terkerek.

"Dalam rangka mencapai itu tentu saja upaya-upaya di bagian pendidikan, di bagian training gimana beternak nan baik gitu kan, sehingga produktivitas tinggi itu bisa tercapai, jadi mereka mau support," tandasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan