Danareksa Gerakkan Ekosistem 7 Kawasan Industri, Salurkan 9,5 Ton Beras untuk Korban Gempa NTT

Sedang Trending 57 menit yang lalu
Danareksa Gerakkan Ekosistem 7 Kawasan Industri, Salurkan 9,5 Ton Beras untuk Korban Gempa NTT Danareksa menghimpung 7 area industri untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di NTT.(Dok.Danareksa)

PT Danareksa (Persero) berbareng tujuh personil holding area industri, tenant, karyawan, dan mitra menghimpun support senilai Rp423 juta bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Penghimpunan sekaligus penyaluran support dikoordinasikan oleh PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), personil holding nan mempunyai jarak terdekat ke letak bencana, sehingga seluruh biaya dapat segera diwujudkan menjadi kebutuhan pokok dan dikirim ke lapangan. 

Kolaborasi lintas ekosistem tersebut diharapkan mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak sekaligus membentuk pola respons kemanusiaan nan semakin terkoordinasi di seluruh jaringan area industri Danareksa.

Aksi kemanusiaan ini digagas setelah gempa tektonik Magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026 berakibat pada sejumlah wilayah di NTT serta menimbulkan kerusakan rumah warga, akomodasi umum, hingga longsor di beberapa titik. Berdasarkan info Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), per tanggal 27 Agustus 2026, sebanyak 176 ribu orang tetap memperkuat di sejumlah posko pengungsian.

Direktur Utama PT Danareksa (Persero) Ngurah Wirawan mengatakan, “Sebagai holding area industri nan berorientasi pada pembuatan nilai, kami berkomitmen mengoptimalkan jaringan, skala, dan kapabilitas upaya sebagai kekuatan nan memberikan faedah nyata bagi masyarakat. Kami berterima kasih lantaran ekosistem area industri, tenant, karyawan, dan mitra bergerak kolektif untuk mendukung percepatan pemulihan masyarakat terdampak gempa di NTT”.

Dana nan terhimpun dialokasikan untuk kebutuhan paling mendesak sesuai permintaan posko, antara lain 9,5 ton beras, lebih dari 1.100 porsi makanan siap saji, 300 liter minyak goreng, serta lebih dari 500 unit susu siap minum dan susu formula. Bantuan juga mencakup lebih dari 200 unit perlengkapan rehat berupa kasur lipat, bantal, sarung, dan terpal, ditambah lebih dari 440 unit kebutuhan kebersihan family seperti popok bayi, popok lansia, serta sikat dan pasta gigi.

Kontribusi mengalir dari PT Kawasan Industri Medan, PT Kawasan Berikat Nusantara, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, PT Kawasan Industri Makassar, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (Perseroda), PT Kawasan Industri Terpadu Batang, dan SIER, beserta tenaga kerja dan tenant di dalamnya. Adapun penyalurannya dilaksanakan melalui dua tahap, ialah pada 21 Agustus 2026 melalui Posko Induk BRI Peduli Tanggap Bencana Gempa NTT berbareng InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan BPBD setempat, kemudian pada 25 Agustus 2026 melalui BPBD Provinsi Jawa Timur.

DIPASTIKAN AKUNTABEL
Direktur Keuangan, Administrasi, dan Manajemen Risiko SIER Rizka Syafittri Siregar mengatakan bahwa SIER memastikan seluruh proses dilaksanakan secara akuntabel dan berorientasi pada kebutuhan korban.

“Amanah sebagai koordinator kami jalankan dengan memastikan support disalurkan sesuai kebutuhan lapangan. Partisipasi personil holding, tenant, karyawan, dan mitra memperlihatkan bahwa kepedulian bakal menghasilkan akibat nan jauh lebih besar ketika dilakukan bersama,” ujar Rizka.

Sebagai informasi, Danareksa saat ini menaungi tujuh area industri nan tersebar dari Medan hingga Makassar serta terus memperkuat skala dan integrasi ekosistemnya seiring penataan area industri BUMN nan sedang berjalan. Melalui transformasi tersebut, Danareksa mendorong area industri menjadi destinasi investasi global, menciptakan lapangan kerja, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Ke depan, kami berkomitmen menjadikan area industri sebagai simpul ekonomi nan datang ketika masyarakat membutuhkan, sehingga ekosistem area industri nan kami kelola dapat menjadi bagian aktif dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat Indonesia,” tutup Ngurah.(E-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia