BMKG mencatat hingga Minggu (30/8) pukul 05.00 WIB, sebanyak 9.765 gempa bumi susulan terjadi setelah gempa 7,7 magnitudo mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) lalu.
“Total gempa bumi susulan adalah 9.765 (kali),” kata Wijayanto dalam keterangan nan diterima kumparan, Minggu (30/8).
Dari ribuan gempa susulan tersebut, magnitudo terbesar tercatat mencapai M 6,2, sedangkan nan terkecil M 1,0. BMKG juga mencatat terdapat 35 gempa susulan dengan magnitudo di atas M 5.
Sementara itu, sebanyak 155 gempa susulan tercatat dirasakan oleh masyarakat.
Pada Minggu (30/8), BMKG mencatat 486 kejadian gempa susulan. Dari jumlah tersebut, dua gempa di antaranya dirasakan oleh masyarakat.
“Pada hari ke-15 alias 30 Agustus 2026, tercatat 486 kejadian, di mana 2 di antaranya dirasakan,” jelasnya.
Wijayanto memastikan tidak terjadi gempa signifikan nan merusak dan dirasakan masyarakat dalam periode tersebut.
“Tidak terjadi gempa signifikan merusak nan dirasakan masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, BMKG menyebut aktivitas gempa susulan mulai menunjukkan pola penurunan dalam beberapa hari terakhir.
Meski demikian, BMKG tetap memperkirakan gempa susulan bakal terus berjalan dalam beberapa waktu ke depan.
“Gempa susulan diperkirakan berjalan sekitar 3-4 minggu,” kata Wijayanto.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·