Warga Pontianak Gelar Istisqa di Tengah Karhutla, Berharap Turun Hujan

Sedang Trending 54 menit yang lalu
Seorang muslim bermohon dalam salat berjamaah memohon hujan, sementara kabut asap dari kebakaran rimba menyelimuti area tersebut, di kompleks Masjid Agung Mujahidin di Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (30/8/2026). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Warga Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menggelar salat istisqa di laman Masjid Raya Mujahidin, Sabtu, 29 Agustus 2026. Mereka berambisi hujan turun di tengah pekatnya kabut asap karhutla nan sudah memasuki pekan kelima alias sebulan lebih.

Salat istisqa tersebut diikuti ribuan penduduk Pontianak. Salat istisqa nan digelar pada pukul 07.00 WIB itu merupakan inisiatif berbareng Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Kalimantan Barat, Masjid Raya Mujahidin, dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Barat.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, berasas hasil pemantauan, kualitas udara di Kota Pontianak telah berada pada level rawan selama empat hari terakhir.

Pemerintah Kota Pontianak pun mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

“Yang krusial kita sudah tetapkan darurat asap, kita siapkan posko-posko penanganan darurat di pusat-pusat kota dan rumah sakit,” kata Edi.

Umat Islam bermohon usai melaksanakan Shalat Istisqa di pelataran Masjid Raya Mujahidin, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (29/8/2026). Foto: Jessica Wuysang/ANTARA FOTO

Kegiatan belajar-mengajar di sekolah juga tetap diliburkan hingga kondisi udara membaik. Sementara itu, pelayanan di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak tetap melangkah dengan aktivitas nan dilakukan di dalam ruangan.

Umat Islam melaksanakan Shalat Istisqa di pelataran Masjid Raya Mujahidin, Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu (29/8/2026). Foto: Jessica Wuysang/ANTARA FOTO

Warga Kota Pontianak berambisi kondisi kabut asap segera membaik dan hujan nan dinanti-nantikan penduduk dapat segera turun. Dengan demikian, kualitas udara diharapkan kembali normal dan aktivitas masyarakat, termasuk aktivitas pendidikan, dapat melangkah seperti biasa.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan