
Hati-hati minuman manis. (Foto: Freepik)
MENTERI Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, kembali membagikan edukasi kesehatan lewat konten di IG dalam serial Budi Gemar Sharing #BGS. Kali ini, Budi membahas soal penggunaan pemanis buatan dalam minuman nan sering dilabeli low sugar.
Dalam video tersebut, Budi menjelaskan bahwa rasa manis pada minuman tidak selalu berasal dari gula alami. Rasa manis itu bisa berasal dari pemanis buatan seperti Aspartam, Sukralos, hingga Sakarin.

1. Pemanis Buatan
Menurut Menkes Budi Sadikin, bahan-bahan ini mempunyai tingkat kemanisan nan jauh lebih tinggi dibanding gula biasa. Bahkan, rasa manisnya bisa 200 hingga 600 kali lipat dibanding gula.
“Sejumput mini saja bisa memberikan rasa manis 200 sampai 600 kali lipat lebih manis daripada gula,” ujar Budi.
Budi pun menekankan bahwa pengaruh penggunaan pemanis buatan ini tidak sesederhana itu. Meski lidah merasakan manis, tubuh tidak betul-betul menerima asupan gula seperti nan diharapkan otak.
Menkes Budi juga mengatakan, ketika lidah merasakan manis, maka otak bersiap menerima gula. Ketika gula tidak masuk (karena diganti pemanis buatan), rasa lapar bakal muncul terus-menerus. Inilah nan disebut Budi bahwa pemanis buatan bisa mengecoh tubuh alias melakukan "sihir".
“Lidah merasa manis, jadi otak siap-siap menerima gula. Tapi rupanya gulanya enggak masuk. Itu bisa bikin rasa lapar muncul terus,” jelasnya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin women lainnya
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·