Menhan di Depan Komcad ASN: Birokrasi Harus Kuat, Waspada Pengaruh Ideologi Luar

Sedang Trending 59 menit yang lalu
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersalaman dengan personil Komponen Cadangan (Komcad) Gelombang I ASN usai memberikan pengarahan di Arta Hanggar Indonesia Wing Udara 1 Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin mengukuhkan aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari Komponen Cadangan (Komcad). ASN ini telah menjalani Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komcad ASN Kementerian/Lembaga Gelombang I Tahun 2026.

Dalam pengukuhan ini, Sjafrie mengingatkan ASN untuk menjaga profesionalitas dalam bekerja. Para ASN juga diharapkan menampilkan kedisiplinan tinggi dan menunjukkan rasa bela negara nan tinggi.

Tak hanya itu, Sjafrie meminta ASN untuk waspada. Bagi dia, ASN merupakan wajah dari birokrasi negara. Jangan sampai, birokrasi dilemahkan oleh pihak luar.

"Ini adalah modal Anda untuk waspada. Kenapa kudu waspada? Birokrat itu adalah milik negara. Orang-orang di luar tidak mau birokrasi di Indonesia kuat. Orang-orang di luar Indonesia, apalagi juga ada orang-orang di dalam Indonesia nan kita sebut sebagai deep state—saya pernah cerita dulu ada musuh dalam selimut—itu adalah tidak suka jika birokrasi di Indonesia itu kuat," kata Sjafrie di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (3/6).

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin memberikan pengarahan ke personil Komponen Cadangan (Komcad) Gelombang I ASN di Arta Hanggar Indonesia Wing Udara 1 Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Karena itu, kata Sjafrie, ASN selama menjalani Latsar Komcad juga dibekali dengan dasar-dasar cinta tanah air dan bela negara. Ini krusial agar ASN tidak terpengaruh ideologi di luar Pancasila.

"Kamu kudu waspada betul, jangan sampai Anda kena pengaruh, pengaruh ideologi. Ideologi kita sudah jelas, Pancasila. Politik kita sudah jelas, Undang-Undang Dasar Tahun 1945. Jadi, kita kudu waspada betul bahwa banyak tantangan di sekitar Anda ini bakal muncul pada saat Anda kembali ke kesatuanmu, Anda kembali ke lingkungan pekerjaanmu," tambah dia.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin bersalaman dengan personil Komponen Cadangan (Komcad) Gelombang I ASN usai memberikan pengarahan di Arta Hanggar Indonesia Wing Udara 1 Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Selain itu, Sjafrie mengatakan peserta Latsarmil ASN tidak sekadar mendapat training militer, melainkan pembentukan karakter bela negara nan diharapkan berakibat pada kualitas birokrasi pemerintahan.

“Jadi, ini adalah kebanggaanmu, bahwa Anda semua bakal menunjukkan kepada menteri-menterimu bahwa birokrasi di kementerian, di pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia, ada teladannya, dan teladannya adalah Anda semuanya,” kata Sjafrie.

“Kamu sebagai ASN Komcad kudu menjadi teladan, kudu menjadi panutan, minimal di lingkungan kerjamu dan maksimal di lingkungan kehidupanmu,” ujarnya.

Suasana Upacara Penyumpahan/Penetapan Komponen Cadangan ASN Kementerian/Lembaga Gelombang I Tahun 2026 di Lanud Halim Perdanakusum, Jakarta, Rabu (3/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Sjafrie menegaskan perubahan nan diharapkan dari peserta bukanlah perubahan lantaran militerisme, melainkan penguatan semangat bela negara, disiplin, dan profesionalisme birokrasi.

Ia juga menyebut birokrasi Indonesia kudu bisa menjadi lebih maju dibanding negara lain melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia ASN.

“Kita jangan hanya sekadar duduk di meja, tapi kita kudu jadi pelopor profesional,” kata Sjafrie.

"Profesionalisme itu adalah tuntutan kerja agar supaya kualitas hasil nan Anda miliki itu semua bakal menjadi kenyataan," lanjutnya.

Latsarmil Komcad ASN Gelombang I Tahun 2026 diikuti ASN dari sejumlah kementerian dan lembaga. Program tersebut menjadi arena training bagi ASN dalam skema Komponen Cadangan nan disiapkan pemerintah sebagai bagian dari sistem pertahanan negara.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan