Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menilai tingkat inflasi nasional pada Juli 2026 tetap berada dalam rentang ideal nan ditetapkan pemerintah.
Berdasarkan info nan disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, inflasi secara tahunan alias year on year (yoy) pada Juli 2026 tercatat sebesar 2,88 persen.
Tito mengatakan nomor tersebut tetap sesuai dengan sasaran inflasi pemerintah sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen. Dengan demikian, rentang sasaran inflasi berada di level 1,5 hingga 3,5 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini juga terlihat juga penurunan, ini dibuktikan juga dengan inflasi bulan ke bulan, month to month, dari bulan Juni ke bulan Juli terjadi deflasi alias penurunan minus 0,14 persen," ujar Mendagri saat memimpin rapat di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP), Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Senin (10/8).
Menurut Tito, komponen nan menjadi penyumbang inflasi pada Juli 2026 terutama berasal dari sektor transportasi dan pendidikan. Sementara itu, golongan makanan, minuman, dan tembakau dinilai tetap relatif terkendali.
Sejumlah komoditas pangan turut memberikan tekanan terhadap inflasi, di antaranya daging ayam ras, cabe merah, cabe rawit, dan telur ayam ras.
"Tapi komoditas krusial seperti beras dan lain-lain relatif terjaga," sambung Mendagri.
Meski secara nasional nomor inflasi tetap berada dalam rentang sasaran pemerintah, Mendagri meminta pemerintah wilayah (Pemda) untuk tetap waspada. Pasalnya, sejumlah wilayah justru mencatatkan nomor inflasi di atas 3,5 persen.
Daerah tersebut antara lain Provinsi Papua Barat, Aceh, Papua Pegunungan, Kalimantan Tengah, serta Papua Barat Daya. Sementara di tingkat kabupaten, wilayah nan mengalami kenaikan nomor inflasi ialah Kabupaten Aceh Tengah, Aceh Tamiang, Labuhanbatu, Manokwari, dan Banggai.
Kemudian di tingkat kota, wilayah dengan inflasi tinggi ialah Gunungsitoli, Sorong, Banda Aceh, Sibolga, dan Pematangsiantar.
Di sisi lain, dalam rapat nan sama, Mendagri mengapresiasi jejeran Kementerian Perdagangan (Kemendag) nan telah melakukan intervensi sehingga terjadi penurunan nilai pada dua komoditas pokok, ialah bawang putih dan minyak goreng.
Selama ini, kata dia, kedua komoditas tersebut kerap menyumbang inflasi. Namun, pada rapat kali ini, keduanya relatif terkendali.
"Saya terima kasih kepada Kementerian Perdagangan. Karena nan mengatur dua komoditas ini adalah Kementerian Perdagangan," tutur Mendagri.
(ory/ory)
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·