Pemerintah Kota New York bakal menerapkan patokan baru nan melarang praktik subscription trap alias jebakan berlangganan. Melalui kebijakan berjudul "Click to Cancel", perusahaan diwajibkan menyediakan langkah nan mudah dan transparan bagi konsumen untuk membatalkan jasa berlangganan.
Kebijakan tersebut diumumkan pada 10 Juli 2026 oleh Wali Kota New York, Zohran Mamdani, berbareng Department of Consumer and Worker Protection (DCWP).
Pemerintah Kota New York menyebut patokan ini sebagai kebijakan pertama di tingkat pemerintah kota di Amerika Serikat nan secara unik mengatur praktik jebakan berlangganan, sekaligus membatasi biaya tersembunyi (junk fees). Adapun patokan tersebut bakal mulai bertindak pada 1 Oktober 2026 mendatang.
Zohran mengatakan patokan ini muncul di tengah ekonomi susah nan membebani penduduk New York. Biaya tersembunyi, junk fees, dan subscription trap menambah beban tersebut. Ironisnya, banyak orang kesulitan membatalkan langganan sebuah platform alias aplikasi lantaran prosedur alias manajemen nan berbelit.
“Warga New York nan sudah kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sama sekali tidak mempunyai duit sebanyak itu untuk lenyap begitu saja. Dan bukan hanya para pekerja nan menderita akibat biaya-biaya ini,” ujar Zohran, Jumat (10/10).
Kini nyaris setiap aplikasi memang mempunyai fitur-fitur tertentu nan bisa dinikmati secara berbayar. Mulai dari YouTube nan menawarkan tayangan tanpa iklan, X nan mempunyai fitur berbayar untuk mendapatkan akun centang biru (verified), hingga LinkedIn berbayar nan menawarkan visit profil seseorang secara anonim.
Lantas, apakah Anda pernah terjebak dalam pembayaran subscription sebuah aplikasi dan mengalami kesulitan untuk membatalkannya? Sampaikan jawaban Anda dalam polling kumparan di bawah ini. Berikan juga pendapat Anda dalam kolom komentar.
Polling: Kamu Pernah Bayar Subscription nan Sudah Tak Dipakai?0 Pemilih · 7 hari
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·