Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus memantau perkembangan nilai kebutuhan pokok di beragam wilayah untuk menjaga stabilitas nilai pangan terjaga. Langkah ini dilakukan melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) nan setiap hari menerima info dari seluruh Indonesia.
Pemerintah mencatat tetap terdapat sejumlah komoditas nan harganya bergerak di atas maupun di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi tersebut menjadi perhatian lantaran berpotensi merugikan baik konsumen maupun produsen.
"Kita mempunyai kontributor di 514 kabupaten dan kontributornya sebanyak 550 di dinas-dinas nan setiap hari terus meng-update nilai kebutuhan pokok," kata Menteri Perdagangan Budi Santoso di instansi Kementerian Perdagangan, Senin (8/6/2026).
Pemerintah melakukan beragam intervensi ketika terjadi gejolak nilai di pasar. Untuk komoditas nan mengalami kenaikan harga, langkah nan ditempuh antara lain pengawasan pengedaran serta memastikan pasokan tetap tersedia.
Sementara itu, pemerintah juga menyiapkan langkah unik ketika nilai komoditas tertentu justru jatuh di bawah HET. Kondisi tersebut sempat terjadi pada komoditas telur ayam nan harganya turun cukup dalam di tingkat peternak.
"Untuk nilai nan di bawah HET kemarin misalnya telur, telur sempat harganya turun kita langsung berkoordinasi dengan MBG sehingga telur nan harganya di bawah HET bisa diserap oleh SPPG di wilayah setempat," kata Budi.
Kemendag menilai pola penyerapan tersebut dapat menjadi solusi untuk menjaga keseimbangan pasar sekaligus melindungi pendapatan peternak. Skema serupa juga berkesempatan diterapkan untuk komoditas lain andaikan mengalami tekanan harga.
"Jadi kita mau nilai tetap stabil, tidak ada nan naik tapi juga tidak ada nan turun sehingga masyarakat dapat menjangkau semua nilai tersebut," kata Budi.
(dce)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·