Ketua Komisi V DPR Lasarus menyoroti kondisi perlintasan kereta api di Indonesia nan dinilai tidak “clear and clean”.
Hal itu disampaikan Lasarus saat rapat kerja berbareng Kemenhub hingga KNKT membahas kecelakaan kereta api di Bekasi Timur nan melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5).
Lasarus menilai sejumlah aspek di lapangan menunjukkan tetap banyak persoalan pada penataan jalur dan area sekitar perlintasan kereta api.
“Kejadiannya malam, Pak. Oke. Pasti jika malam itu banyak perihal nan menurun secara manusiawi bagi kita. Ya, daya pandang, kemudian juga mungkin ilmu jiwa masinis,” kata Lasarus di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (21/5).
“Tadi juga disampaikan sinyal bantu terpapar oleh sinar lampu di sekitar sinyal bantu itu, oleh pemukiman masyarakat di sekitar dan seterusnya,” lanjutnya.
Menurut Lasarus, kondisi tersebut menunjukkan bahwa area perlintasan dan jalur kereta api di Indonesia tetap belum tertata secara optimal dari sisi keselamatan perjalanan kereta.
“Nah, ini sudah kita mau kita simpulkan bahwa perlintasan kereta api kita ini tidak clear and clean. Perlintasan kereta api itu wajib clear and clean. Harus wajib itu,” kata dia.
Lasarus kemudian meminta Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjadikan persoalan penataan lintasan kereta sebagai pekerjaan rumah besar nan kudu segera dibenahi. Ia menilai pembenahan perlu dilakukan menyeluruh terhadap seluruh jalur kereta api nan ada saat ini.
“Ini Pak Menteri Perhubungan, saya pikir ini kudu jadi PR kita, Pak. Bagaimana kita menata seluruh lintasan kereta api kita nan ada,” ujarnya.
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·