Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian PPN/Bappenas dan Global Green Growth Institute (GGGI) telah menjalin kerja sama sejak 12 tahun nan lampau dan selalu berkontribusi terhadap tujuan pembangunan nasional. Dalam konteks ini, GGGI berkedudukan untuk merancang kondisi nan mendukung investasi dan mendorong perubahan sistemik mengenai pembangunan ekonomi nan berkepanjangan dan berwawasan lingkungan.
Kontribusi kemitraan ini diukur dari hasil nan telah diwujudkan, bukan dari penerapan secara langsung. Intervensi kebijakan dan alur investasi nan dikembangkan melalui kerjasama ini diperkirakan telah mendukung pengurangan emisi karbon setara 183,54 juta ton karbon dioksida (CO₂) serta pembuatan 271.095 lapangan kerja ramah lingkungan.
Selain itu, investasi ramah lingkungan juga telah dihasilkan sebesar sekitar US$776,5 juta nan dimobilisasi di beragam sektor, mulai dari daya dan area perkotaan hingga perhutanan sosial dan ekonomi biru.
Kini, kemitraan ini telah memasuki babak baru di bawah Green Indonesia Future Initiative (GIFT) 2026-2030, nan bakal diresmikan pada 4 Juni 2026 di Jakarta. Inisiatif tersebut menandai dimulainya fase paling ambisius dari kemitraan ini, dengan sasaran nan lebih besar, pendekatan nan lebih lincah, serta upaya untuk menjawab pertanyaan nan semakin mendesak, ialah gimana Indonesia memastikan bahwa pertumbuhan ekonominya tidak mengorbankan masa depannya.
GIFT itu sendiri menargetkan mobilisasi investasi hijau sebesar US$2 miliar pada 2030. Dengan kata lain, dua kali lipat dari total nan dicapai di semua fase sebelumnya secara gabungan.
"Nama GIFT sendiri mencerminkan komitmen bahwa intervensi pembangunan nan kita lakukan hari ini tidak hanya ditujukan untuk kepentingan saat ini, tetapi juga untuk masa depan dan generasi mendatang. Setelah kami memasukkan prinsip ekonomi hijau ke dalam rencana pembangunan, tantangannya adalah gimana merealisasikannya," ujar Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2026).
Dia bilang, transformasi ekonomi hijau bukanlah pilihan, melainkan kebutuhan untuk memastikan pembangunan Indonesia dapat terus berjalan tanpa mengesampingkan aspek keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, di tengah tantangan pembangunan nan semakin kompleks, termasuk triple planetary crisis nan meliputi perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, dan pencemaran lingkungan, agenda mitigasi dan penyesuaian suasana telah diperkuat melalui Second Nationally Determined Contribution (SNDC) Indonesia 2031-2035 dan National Adaptation Plan (NAP) 2026-2030.
Di samping itu, terdapat inisiatif perlindungan dan pemanfaatan berkepanjangan keanekaragaman hayati nan dijalankan melalui Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025-2045, serta transformasi pola produksi dan konsumsi berkepanjangan oleh Peta Jalan dan Rencana Aksi Ekonomi Sirkular Indonesia.
Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Nizhar Marizi menyebut, inisiatif GIFT sangat krusial bagi Indonesia. Sebab, kerugian ekonomi akibat perubahan suasana diproyeksikan meningkat kurang lebih 4 kali lipat, dari Rp469 triliun pada 2025 menjadi Rp 2.005 triliun pada 2029 jika tidak ada upaya penanganan secara signifikan.
"Untuk itu, kerja sama GIFT ini diharapkan dapat mendatangkan kesempatan pendanaan lain untuk mewujudkan pembangunan rendah karbon di Indonesia," imbuh dia.
Asal tahu saja, GIFT dibangun atas dasar 12 tahun kerja. Di sini, GGGI telah memainkan tiga peran nan saling terkait, ialah merintis model pembiayaan nan baru bagi Indonesia, mendukung kementerian dan pemerintah wilayah dalam menerapkan kebijakan dan praktik nan mendukung, serta membuka akses ke sumber pendanaan global.
Hal nan tak kalah krusial dalam upaya ini adalah penguatan kapabilitas para kreator kebijakan untuk menerapkan perspektif pertumbuhan hijau dalam pengambilan keputusan sehari-hari mereka.
GGGI Indonesia Country Representative, Rowan Fraser menambahkan, melalui GIFT 2026-2030, GGGI bakal memasuki fase nan dibangun di atas fondasi nan telah diletakkan sebelumnya.
"GIFT bermaksud untuk menghadirkan kesempatan guna meningkatkan ambisi suasana Indonesia sekaligus meminimalkan akibat investasi dan memperluas akses pembiayaan bagi inisiatif hijau nan layak didanai dan berakibat tinggi," terang dia.
Di masa mendatang, inisiatif ini juga diharapkan mendorong kesempatan pembuatan lapangan kerja hijau, memperkuat keamanan energi, mendukung praktik ekonomi sirkular di beragam sektor, dan memobilisasi investasi hijau dari beragam sumber pendanaan menjadi pilar pendukung pertumbuhan hijau nan memberikan akibat nyata bagi masyarakat luas.
Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Nizhar Mariz. (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia) Foto: Direktur Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Nizhar Mariz. (CNBC Indonesia/Elga Nurmutia)
(dce)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
18 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·