
Presiden FIFA, Gianni Infantino. (Foto: Instagram/gianni_infantino)
NEW JERSEY – Presiden FIFA, Gianni Infantino tampaknya tetap terlalu handal untuk digoyahkan dari bangku tertinggi Federasi Sepak Bola Dunia tersebut. Kendati dihantam skandal pembatalan hukuman pemain Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun di Piala Dunia 2026, dia justru kebanjiran support umum dari 200 lebih asosiasi anggota.
Menurut laporan dari The Guardian, Sabtu (18/7/2026), langkah Infantino menuju masa kedudukan keempat diprediksi bakal melenggang mulus pada Kongres FIFA Maret mendatang. Dari total 211 pemilik suara, hanya segelintir federasi seperti Jerman nan terpantau belum memberikan support resmi.
Batas akhir pendaftaran bakal calon presiden FIFA sendiri ditetapkan jatuh pada 18 November. Namun, hingga saat ini Infantino tetap menjadi calon tunggal tanpa adanya rival nan muncul.
1. Tekanan Internal
Di kembali klaim support absolut ini, riak ketidakpuasan mulai muncul ke permukaan. Sejumlah federasi mengaku mendapat tekanan persisten dari internal FIFA untuk segera menyatakan kesetiaan mereka.
Trofi Piala Dunia 2030. Gianni Infantino. FIFA
Gelombang protes paling keras saat ini festering di antara asosiasi sepak bola Eropa. Mereka geram setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengaku melobi FIFA demi meninjau ulang kartu merah striker AS, Folarin Balogun.
UEFA juga secara terbuka menunjukkan sikap oposisi terhadap sejumlah kebijakan FIFA belakangan ini. Selain kasus Balogun, mereka memprotes pemblokiran wasit asal Somalia, Omar Artan, dari Piala Dunia.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·