Kenapa Otak yang "Mager" Justru Lebih Kreatif?

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Salah satu corak MAGER/ Malas Gerak. (Foto Pribadi)

Pernah nggak sih, Anda lagi di bilik mandi, air hangat mengalir, tiba-tiba buahpikiran brilian melintas? Atau saat lagi jalan pagi tanpa earphone, eh, solusi masalah nan udah berhari-hari mikir tiba-tiba muncul? Itu bukan kebetulan, itu otakmu lagi kerja tanpa Anda sadari.

Kita terbiasa berpikir bahwa produktivitas butuh fokus, kerja keras, dan otak nan "nyala" terus. Padahal, sains bilang sebaliknya saat otak "mager" namalain nggak konsentrasi pada tugas tertentu, justru di situlah produktivitas mencapai puncaknya.

Di dalam otak kita ada nan namanya Default Mode Network (DMN). Jaringan ini aktif tepat saat otak nggak sedang konsentrasi pada tugas spesifik saat Anda melamun, mandi, jalan-jalan, alias sekadar rebahan. DMN inilah nan bertanggung jawab atas lamunan, refleksi diri, dan pemikiran kreatif.

Saat Anda menjalani aktivitas sederhana dan berulang seperti mandi, menyetir, alias melangkah kaki DMN menjadi sangat aktif. Jaringan ini mengizinkan otak "berkelana" dan mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan baru, tanpa dibatasi oleh pola pikir nan linier dan kaku. Inilah sebabnya ide-ide nan tampak tidak berasosiasi tiba-tiba tersambung.

Para peneliti menggunakan istilah "inkubasi" untuk kejadian ini. Saat Anda berakhir secara sadar memikirkan suatu masalah, otak nggak berakhir bekerja dia malah memindahkan tugas ke alam bawah sadar. Alam bawah sadar ini memproses info dengan langkah nan berbeda dari kesadaran, dan sering kali justru menemukan solusi nan nggak kepikiran sebelumnya.

Penelitian demi penelitian menegaskan kebosanan bisa membikin kita lebih kreatif.

Kebosanan memberi sinyal pada otak bahwa situasi saat ini "tidak cukup" dan perlu perubahan, di sinilah produktivitas mengambil alih. Seperti kata Sandi Mann, alam bawah sadar kita jauh lebih bebas, tidak terikat oleh aturan-aturan kaku nan sering mengekang pemikiran sadar kita.

Meski kebosanan bisa memicu kreativitas, kebosanan kronis adalah perihal nan berbeda. Sandi Mann membedakan antara "bosan lantaran kurang stimulasi" dan "bosan lantaran hidup terasa tanpa tujuan". nan kedua ini bisa rawan bagi kesehatan bentuk dan mental. Jika Anda merasa hidup nggak punya arah meski sibuk, mungkin itu bukan sekadar jenuh biasa.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan