
Kenapa Berat Badan Malah Naik saat Puasa? (Foto: Freepik)
JAKARTA - Ramadhan identik dengan waktu makan nan berubah, ialah sahur di pagi hari, berbuka saat adzan Maghrib, lampau aktivitas malam hari nan padat. Perubahan ini membikin orang beristirahat dari makan dan minum, namun di bulan puasa justru banyak nan mengalami kenaikan berat badan.
Dikutip dari laman Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, ada beberapa aspek nan sering kali menjadi penyebab kejadian ini. Sehingga ada beberapa langkah nan bisa dilakukan untuk tetap menjaga berat badan stabil alias apalagi turun dengan sehat selama bulan Ramadhan.
Pola Makan nan Tidak Seimbang saat Berbuka
Saat berbuka, tubuh lapar setelah seharian puasa dan secara alami mau segera mengisi energi. Jika langsung menyantap makanan tinggi lemak, tinggi gula, alias porsi besar, tubuh bakal mengalami lonjakan gula darah, lebih mudah menyimpan kalori sebagai lemak tubuh, dan menghasilkan lebih banyak insulin nan memicu penimbunan lemak.
Untuk itu, disarankan buka puasa dengan kurma dan air putih dulu, lampau beri jarak 10–15 menit sebelum makan makanan berat. Ini membantu tubuh beradaptasi dan mengurangi kemungkinan makan berlebihan.
Minuman Manis & Takjil nan Tinggi Kalori
Kolak, es buah, minuman bersoda, dan makanan tinggi gula lainnya memang nikmat, tetapi kalori dan gula nan terkandung sering kali lebih tinggi dari nan dibayangkan. Minuman manis menambah daya tanpa memberikan rasa kenyang nan memperkuat lama, sehingga membikin tetap merasa lapar setelahnya.
Untuk itu, pilihlah minuman nan lebih sehat saat berbuka misalnya air putih, infused water, alias teh tanpa gula. Kalau mau manis, batasi porsinya dan kombinasikan dengan makanan tinggi serat.
Makan Malam Terlalu Larut alias Berat
Setelah berbuka dan salat Maghrib, biasanya ada aktivitas makan malam lagi alias hidangan tambahan sebelum tidur. Padahal tubuh sudah menerima asupan cukup besar sejak berbuka.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·