Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Yorrys Raweyai mengungkap kondisi ratusan pengungsi di area Puncak, Papua Tengah akibat bentrok usai lawatannya ke tiga distrik wilayah tersebut pada Minggu (2/8).
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Penanganan Konflik dan Keamanan Papua itu mengungkapkan ratusan pengungsi itu sekarang kehilangan pekerjaan dan mata pencaharian. Umumnya, para pengungsi berasal dari Distrik Yugumuak, Oneri, Agandugume, dan Lambewi.
"Mereka kehilangan mata pencaharian, kesempatan untuk bertani dan berkebun, serta anak-anak mereka kesulitan untuk mengakses pendidikan nan layak akibat wilayah tempat tinggal mereka nan sedang dilanda konflik," kata Yorrys dalam keterangannya, Selasa (4/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, kata dia, para pengungsi juga susah kembali ke tempat tinggal mereka lantaran situasi nan belum mereda. Di sisi lain, jumlah pasukan non-organik terus bertambah, dan membikin masyarakat mengalami trauma keamanan berkepanjangan.
Yorrys mengatakan Pansus DPD bakal menghimpun kebenaran di lapangan untuk menjadi bahan merumuskan keahlian Pansus setelah masa reses.
Dalam kunjungan itu, Yorrys turut menyerahkan support duit tunai dan paket sembako kepada masyarakat di letak pengungsian. Dia memastikan Pansus bakal menindaklanjuti aspirasi para pengungsi nan terdampak konflik.
"Kami tidak hanya memandang persoalan dari aspek keamanan, tetapi juga menempatkan perlindungan masyarakat sipil, pemenuhan hak-hak dasar, serta pemulihan kehidupan sosial sebagai bagian nan tidak terpisahkan dari penyelesaian bentrok Papua," katanya.
Menurut dia, Pansus DPD RI bakal terus mendorong rekomendasi nan bisa menjawab akar persoalan konflik. Yorrys menilai negara kudu datang memberikan perlindungan dan solusi bagi masyarakat.
"Masyarakat memerlukan kepastian untuk hidup dengan aman, memperoleh pendidikan, pelayanan kesehatan, serta kesempatan membangun kembali kehidupan mereka," katanya.
(thr/dal)
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·