Jakarta, CNN Indonesia --
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra angkat bunyi soal momen kedekatan Ketua Umum Gerindra sekaligus Presiden RI, Prabowo Subianto dengan Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri saat upacara Hari Lahir Pancasila di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6).
Juru Bicara Partai Gerindra, Bahtra Banong menilai momen tersebut menunjukkan hubungan dekat antara keduanya. Menurut Bahtra, Prabowo dan Megawati memang mempunyai kedekatan emosional sejak lama sehingga komunikasi tetap terjalin dengan baik.
"Kedua tokoh bangsa tersebut mempunyai kedekatan emosional dan persahabatan nan kuat, sehingga komunikasi dan silaturahmi di antara mereka tetap terjaga dengan baik demi kepentingan bangsa dan negara," kata Bahtra dalam keterangannya, Selasa (2/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua Komisi DPR bagian politik dan pemerintahan itu menilai kedekatan tersebut sebagai sesuatu nan baik. Menurut dia, keduanya menunjukkan sikap guyub sebagai pemimpin Bangsa, apalagi di tengah kondisi geopolitik nan tidak pasti.
"Para pemimpin bangsa menunjukkan sikap guyub dan kebersamaan, terutama di tengah tantangan nan tidak mudah akibat dinamika geopolitik dan geoekonomi dunia nan penuh ketidakpastian," katanya.
Bahtra mengaku juga senang mempunyai Prabowo sebagai Presiden lantaran selalu memberikan penghormatan terhadap para pemimpin terdahulu. Menurut dia, perihal itu menjadi karakter unik Prabowo sejak lama.
"Inilah salah satu karakter unik kepemimpinan beliau, ialah mengedepankan persatuan, gotong royong, dan semangat bahu-membahu dalam membangun bangsa," katanya.
Prabowo dan Megawati menunjukkan kedekatan di depan Wakil Presiden dan para wakil presiden lain nan datang saat peringatan Hari Lahir Pancasila kemarin.
Momen itu terjadi usai upacara selesai digelar. Usai menjadi pengawas upacara, Prabowo langsung menyalami sejumlah pejabat nan hadir.
Prabowo kemudian menghampiri Megawati dan dua mantan Wakil Presiden RI, ialah Jusuf Kalla dan Ma'ruf Amin. Prabowo dan para tokoh itu kemudian masuk ke bagian dalam Gedung Pancasila.
Setelah berbincang dengan JK dan Ma'ruf, Prabowo mempersilakan Mega untuk melangkah lebih dulu. Namun, Ketum PDIP itu menolak seraya meminta Prabowo melangkah lebih dulu.
Keduanya sempat tidak mau mengalah, tidak lama kemudian Mega pun memberikan tangannya ke arah Prabowo. Prabowo kemudian menyambut uluran tangan Mega itu. Keduanya pun melangkah berbareng seraya bergandeng tangan.
Sementara, dari daftar para tamu undangan nan hadir, Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden ketujuh Joko Widodo tak datang pada kesempatan itu.
(thr/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·