Jakarta -
Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto menyambangi SD Muhammadiyah 5 Kebayoran Baru dan SMP Muhammadiyah 9 Jakarta pagi ini. Kunjungannya tersebut merupakan salah satu bentuk 'Polisi Peduli Pendidikan' yang bermaksud membangun karakter anak-anak lebih baik.
Kunjungan tersebut diawali dengan menyapa anak-anak TK B dan mengikuti aktivitas di area kolam renang. Kapolda Metro Jaya juga menyapa murid-murid kelas 1 SD Muhammadiyah 5.
Dalam suasana hangat dan penuh keceriaan, Komjen Dadang berinteraksi dengan para siswa melalui sejumlah pertanyaan sederhana. Mulai dari nama wali kelas, kebiasaan menggunakan helm saat berangkat sekolah, hingga cita-cita menjadi polisi. Siswa nan sukses menjawab mendapatkan bingkisan sebagai corak apresiasi atas keberanian dan kepercayaan diri mereka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suasana penuh keakraban juga terasa saat Kapolda dan rombongan jejeran pejabat utama (PJU) Polda Metro mengunjungi kelas 4B Muhammad Al Fatih. Anak-anak diajak mengikuti kuis interaktif seputar pengetahuan umum, tugas kepolisian, matematika, hingga pendidikan agama. Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi langkah sederhana untuk melatih keberanian berbicara, keahlian berpikir, sekaligus membangun kedekatan antara polisi dan para siswa.
Rangkaian aktivitas bersambung ke SMP Muhammadiyah 9 Jakarta. Di kelas 7 Al Kindi, Kapolda kembali berinteraksi dengan para pelajar melalui kuis pembelajaran nan melibatkan pertanyaan dari guru. Tiga siswa nan meraih juara pertama, kedua, dan ketiga memperoleh hadiah. Melalui aktivitas ini, para pelajar didorong untuk aktif, percaya diri, dan berani menunjukkan keahlian di hadapan teman-temannya.
Kapolda Metro Jaya komjen Dadang Hartanto mengunjungi Sekolah Muhammadiyah Jaksel memberi pesan jaga kamtibmas, Senin (19/10/2026). Foto: Dok. Polda Metro Jaya
Selain berinteraksi dengan siswa, Kapolda juga memberikan perhatian terhadap pengembangan kualitas pembelajaran. Kepada para pembimbing SD Muhammadiyah 5, dia mendorong optimasi laboratorium kepintaran buatan alias artificial intelligence (AI) sebagai sarana pengenalan teknologi, pengembangan pengetahuan, sekaligus melatih keahlian komunikasi anak sejak usia sekolah dasar.
Kapolda menilai anak-anak mempunyai rasa mau tahu dan keahlian berpikir logis nan perlu terus dikembangkan. Pertanyaan sederhana seperti kenapa mesin dapat berbincang alias gimana telepon seluler bisa menghubungkan komunikasi tanpa kabel dapat menjadi pintu masuk untuk melatih pola pikir kritis.
Karena itu, pembimbing didorong memberikan ruang kepada siswa untuk bertanya, bereksplorasi, dan memahami konsep-konsep dasar melalui pembelajaran nan sederhana, menarik, dan berulang.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga mengajak para tenaga pendidik mengedepankan pembelajaran nan lebih konsentrasi dan mudah dipahami, tanpa membebani anak dengan materi nan terlalu padat.
Hal serupa disampaikan mengenai pendidikan kepercayaan nan diharapkan tidak hanya menekankan hafalan, tetapi juga pemahaman makna dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya melalui pembelajaran Al-Qur'an dengan mengenalkan makna kata demi kata, dilengkapi pemahaman norma tajwid, sehingga anak tidak hanya bisa membaca, tetapi juga memahami nilai-nilai nan diajarkan.
(mea/dhn)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·