Seorang kakek berjulukan Rajihun (63) mencari cucu perempuannya, Tita Septia Wardani (21), nan diduga menjadi korban kecelakaan KA Argo Bromo dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur. Rajihun dan family belum mengetahui di mana Tita berada.
Rajihun mengatakan kontak terakhir Tita dengan family membahas soal posisinya di KRL. Dia mengatakan orang tua Tita telah menunggu di Stasiun Cibitung. Namun Tita nan pulang dari kuliah tak kunjung datang dan tak bisa dihubungi.
"Sebelum kejadian, 10 menit sebelum kereta kecelakaan, dia sempat WA ke orang tuanya. 'Pak, 10 menit lagi saya sampai Cibitung' tapi kok setelah bapaknya jemput di Stasiun Cibitung rupanya kereta kecelakaan," kata Rajihun di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rajihun mengatakan sudah mencari ke beberapa rumah sakit di Bekasi. Namun dia belum menemukan nama Tita di daftar nama korban.
"Saya sudah berupaya mencari di beberapa rumah sakit nan di-share di beberapa grup WA, ada RS Plumbon, RSUD Cibitung, Bella Bekasi Timur, RS Primaya Bekasi Timur, dan sekarang saya berupaya mencari di RSUD Bekasi pun tidak ada. Jadi saya kudu mencari ke mana gitu," jelas dia.
Rajihun sudah menemukan barang-barang milik Tita di Stasiun Bekasi Timur. Tas berisi dompet dan perlengkapan lain milik korban utuh.
"Barang korban itu menang ada di posko Bekasi Timur, tasnya semua utuh. Jadi korban ini terlepas dari tas. Tasnya ada komplit dengan isinya. HP, dompet, dan payung," ucapnya.
Rajihun bakal datang ke RS Polri Kramat Jati. Dia berambisi bisa menemukan cucunya.
"Di sini nggak ada, direkomendasikan ke RS Polri. Jadi semua korban tanpa identitas ada di sana. Kemungkinan ada di sana dan selamat itu angan saya sebagai kakek," ucapnya.
Rajihun mengatakan orang tua Tita saat ini berada di rumah lantaran syok berat. Dia berambisi Tita segera ditemukan.
"Syok, hanya di rumah hanya menunggu berita dari saya," katanya.
Selain Rajihun, ada juga Joko nan mencari keponakannya di RSUD Kota Bekasi. Dia mengaku berbareng family mendatangi setiap RS nan dirujuk korban kecelakaan.
"Nama ponakan saya Anjani Novita Sari. Usia sekitar 22-23," kata Joko.
Joko mengatakan dirinya berangkat ke RS Polri sebagai angan terakhir untuk menemukan Anjani. Dia berambisi ponakannya dalam keadaan selamat.
"Iya, saya diminta ke RS Polri ini. Tapi family lain sudah ada di sana," ujarnya.
(tsy/haf)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·