Joko Anwar Jelaskan Arti di Balik Poster ‘Bolong-bolong’ Ghost in the Cell

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Joko Anwar di konvensi pers dan screening Ghost In The Cell, Jakarta Selatan. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Poster film Ghost in the Cell sempat ramai dibicarakan di media sosial lantaran tampilannya nan tak biasa. Visual ‘bolong-bolong’ nan ditampilkan membikin sebagian orang merasa tidak nyaman, terutama bagi mereka nan mempunyai trypophobia.

Menanggapi perihal itu, sutradara Joko Anwar mengaku dirinya juga sebenarnya mempunyai kondisi serupa. Namun, dia menegaskan bahwa komponen visual tersebut bukan sekadar estetika, melainkan punya makna nan mau disampaikan.

“Sebenernya saya sama Tia (produser) adalah penderita trypophobia akut,” ujar Joko Anwar saat ditemui di Jakarta Selatan.

Konferensi pers dan screening Ghost In The Cell, Jakarta Selatan. Foto: Salsha Okta Fairuz/kumparan

Joko kemudian menjelaskan bahwa visual ‘bolong-bolong’ nan muncul di movie bukanlah sekadar lubang kosong. Di dalamnya, terdapat komponen lain nan justru menjadi simbol krusial dalam cerita.

“Kalau teman-teman lihat, itu nggak bolong-bolong tapi ada isinya. Isinya itu seperti kembang seroja,” lanjutnya.

Menurut Joko, komponen tersebut merepresentasikan angan di tengah kondisi nan gelap. Meski movie ini menampilkan sisi terburuk manusia, tetap ada pesan optimisme nan mau disampaikan kepada penonton.

“Jadi itu adalah hope. Jadi kita mau semua nan ada di movie ini menunjukkan ada arti,” katanya.

instagram embed

Tak hanya di film, konsep serupa juga diterapkan pada poster. Joko menyebut, visual tersebut sengaja dibuat untuk memancing reaksi penonton sejak pertama kali melihatnya.

“The point is, kita mau membikin penonton ketika memandang posternya immediately mereka merasa ‘What is this? Apaan sih?’” jelasnya.

Lebih jauh, dia mengungkap bahwa visual tersebut juga berangkaian dengan gambaran sistem nan mau dikritik dalam film. Poster itu, menurutnya, merefleksikan kondisi nan mungkin terasa ‘tidak nyaman’ untuk dilihat.

“Tapi sebenarnya teman-teman itu adalah orang nan memandang sistem nan busuk dan gimana para napi-napi kita ada di dalamnya,” ujarnya.

Lewat pendekatan visual ini, Joko mau membujuk penonton untuk berefleksi. Rasa tidak nyaman nan muncul justru menjadi bagian dari pesan nan mau disampaikan.

“Jadi jika kita merasa jijik dengan itu, kita jijik sama diri kita sendiri di dalam sistem,” pungkasnya.

Ghost In The Cell merupakan movie seram komedi Indonesia karya Joko Anwar nan berlatar di Lapas Labuhan Angsana. Para narapidana di sana terpaksa berasosiasi melawan teror hantu pemangsa daya negatif nan membunuh mereka satu per satu secara mengerikan.

Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada 16 April 2026.

------------

Yang penasaran sama movie "Ghost In The Cell" yuk ikut kumparan Hangout Nonton Bareng 🎬 Daftar sekarang: kum.pr/daftarhangout

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan