Suasana haru mewarnai penyambutan kloter pertama jemaah haji asal Kota Tangerang di Masjid Al-A'zhom, Tangerang, Banten, Selasa (2/6/2026).(MI/AGUNG WIBOWO)
MENTERI Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, mengakui penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya. Namun, di kembali apresiasi itu, nomor jemaah haji Indonesia nan meninggal bumi menyentuh nomor 290 orang.
Gus Irfan, sapaan akrabnya, justru menyoroti lonjakan kematian dari Sulawesi Selatan dan menyebut wilayah itu kudu "berbenah total" di bagian kesehatan. nan lebih mencemaskan, masa kritis dua minggu ke depan tetap bisa menambah daftar duka.
Di tengah penyambutan jemaah haji kloter 17 Debarkasi Makassar di Aula Arafah Asrama Haji, Ahad (14/6), Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf justru menyampaikan catatan pahit itu.
Di satu sisi, dia mengakui penyelenggaraan haji 2026 secara umum lebih baik dan dinilai bagus oleh beragam pihak. Namun di sisi lain, dia tak bisa menyembunyikan kekhawatirannya: jumlah jemaah haji nan meninggal bumi mencapai nomor 290 orang.
"Alhamdulillah, penyelenggaraan haji tahun ini relatif dianggap teman-teman di luar sebagai nan bagus, lebih baik dari sebelumnya. Tentu kita tidak bisa berbesar hati dengan itu, lantaran itu adalah bagian dari upaya kita untuk tiap tahun terus memperbaiki," ujar Gus Irfan tegas di hadapan awak media.
Yang membuatnya gerah, nomor kematian jemaah asal Sulawesi Selatan (Sulsel) disebutnya tetap relatif besar dan nyaris menyamai tahun lalu. Padahal, nyaris semua provinsi lain sukses menurunkan nomor kematian secara drastis. Ironi ini, bagi Gus Irfan, adalah sirine bahaya.
"Ini artinya kita kudu berbenah di bagian kesehatan, khususnya Sulsel. Jangan sampai ini terulang," tegasnya.
Lebih jauh, Gus Irfan melompat ke masa depan. Ia menyebut penyelenggaraan haji tahun 2027 bakal menghadapi tantangan jauh lebih besar, terutama lantaran profil jemaah nan semakin rentan.
Untuk itu, dia memerintahkan setiap Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah untuk menjalankan standar Istitha'ah (kesehatan dan kemampuan) dengan ketat.
"Tadi saya minta Pak Kakanwil untuk menyiapkan jemaah mulai sekarang. Manasik hajinya bukan hanya soal ibadah, tapi juga manasik kesehatan. Supaya kita bisa menjalankan haji dengan baik, nyaman, dan sehat," pintanya.
Gus Irfan juga mengaku tetap khawatir. Pasalnya, proses pemulangan jemaah haji dari Arab Saudi ke Indonesia tetap berjalan hingga akhir bulan. Ada waktu tersisa sekitar dua minggu nan disebutnya sebagai fase rawan penambahan korban.
"Kami tetap khawatir, lantaran ini tetap ada dua minggu pemulangan nan belum selesai. Pemulangan terakhir tanggal 30 Juni sampai 1 Juli. Semoga tidak ada lagi penambahan, sehingga kita cukup di nomor itu saja," ungkapnya dengan nada penuh harap.
Di tengah berita duka, Gus Irfan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para petugas haji, terutama kepada dr. Rezki Fitriani, master PPIH Kloter 38 asal Debarkasi Makassar nan wafat saat bekerja di Tanah Suci.
"Kami acungkan jempol kepada almarhumah. Mudah-mudahan beliau wafat sebagai syahid," ucapnya haru. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·